Gula-gula Insentif Pemerintah Bikin Industri Otomotif RI Bergairah
Kamis, 21 Oktober 2021 - 18:31 WIB
loading...
Penjualan mobil sudah pulih di angka 85.000 unit per bulan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengapresiasi langkah kebijakan pemerintah dalam membantu industri otomotif di tengah pandemi Covid-19 .
Ketua Umum Gaikindo Yohanes Nangoi mengatakan, industri otomotif layaknya lokomotif yang menarik banyak gerbong industri-industri pendukung lainnya yang menyebabkan multiplier effect untuk pertumbuhan ekonomi Indonesi.
"Industri otomotif menjadi lokomotif yang menarik gerbong industri yang sangat banyak di belakangnya, ada komponen, finance juga, kalau kita lihat ada perusahaan-perusahaan asuransi mobil, ada juga pembiayaan yang cover mobil," paparnya dalam konferensi pers Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, Kamis (21/10/2021).
Baca juga: Resmikan Pabrik Biodiesel, Presiden Tegaskan Hilirisasi CPO
Menurut Yohannes, selama pandemi Covid-19, industri otomotif sempat mengalami hambatan khususnya pada masa awal darurat Covid-19 pada bulan April hingga Mei 2020. Meski demikian, Gaikindo tetap bersyukur karena pemerintah tidak menutup sepenuhnya industri otomotif.
"Luar biasa support dari pemerintah karena selama masa pandemi pabrik mobil tidak ditutup, tapi kita jalankan secara berkembang, seperti IOMKI, pabrik kita tetap jalan meski dalam pembatasan. Oleh sebab itu mungkin jika ada yang beli mobil belum bisa dapat, karena masih harus antre, mohon maaf akan kami bereskan," tuturnya.
Dia mengungkapkan, seiring menurunnya kasus Covid-19, kini industri otomotif kembali merekrut banyak pegawai untuk bekerja di pabrik. Pemulihan industri otomotif ini, disebut Yohannes juga bagian dari kebijakan pemerintah seperti memberikan diskon PPnBM 100% ditanggung pemerintah.
Ketua Umum Gaikindo Yohanes Nangoi mengatakan, industri otomotif layaknya lokomotif yang menarik banyak gerbong industri-industri pendukung lainnya yang menyebabkan multiplier effect untuk pertumbuhan ekonomi Indonesi.
"Industri otomotif menjadi lokomotif yang menarik gerbong industri yang sangat banyak di belakangnya, ada komponen, finance juga, kalau kita lihat ada perusahaan-perusahaan asuransi mobil, ada juga pembiayaan yang cover mobil," paparnya dalam konferensi pers Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, Kamis (21/10/2021).
Baca juga: Resmikan Pabrik Biodiesel, Presiden Tegaskan Hilirisasi CPO
Menurut Yohannes, selama pandemi Covid-19, industri otomotif sempat mengalami hambatan khususnya pada masa awal darurat Covid-19 pada bulan April hingga Mei 2020. Meski demikian, Gaikindo tetap bersyukur karena pemerintah tidak menutup sepenuhnya industri otomotif.
"Luar biasa support dari pemerintah karena selama masa pandemi pabrik mobil tidak ditutup, tapi kita jalankan secara berkembang, seperti IOMKI, pabrik kita tetap jalan meski dalam pembatasan. Oleh sebab itu mungkin jika ada yang beli mobil belum bisa dapat, karena masih harus antre, mohon maaf akan kami bereskan," tuturnya.
Dia mengungkapkan, seiring menurunnya kasus Covid-19, kini industri otomotif kembali merekrut banyak pegawai untuk bekerja di pabrik. Pemulihan industri otomotif ini, disebut Yohannes juga bagian dari kebijakan pemerintah seperti memberikan diskon PPnBM 100% ditanggung pemerintah.
Lihat Juga :