Tak Terima Dianggap Ngemplang Rp3,57 Triliun, Obligor Ajukan Gugatan
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 16:00 WIB
loading...
Salah satu obligor BLBI mengajukan gugatan kepada Satgas BLBI. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia ( Satgas BLBI ) akan mengikuti proses gugatan yang diajukan Setiawan Harjono (Steven Hui) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan itu terkait piutang dengan negara sebesar Rp3,57 triliun.
Sebagai informasi, dua debitur atau obligor BLBI, Steven Hui alias Setiawan Harjono dan Xu Jing Nan alias Hendrawan Harjono, menggugat Pemerintah Indonesia ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan itu didaftarkan pada Senin, 11 Oktober 2021. Dalam gugatan bernomor perkara 611/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst, tergugat dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.
Baca juga: Kabareskrim Ikut Buru Aset Obligor BLBI, Satgas: Mesin Makin Panas
Direktur Hukum dan Humas Ditjen Kekayanan Negara (DJKN), Tri Wahyuningsih Retno Mulyani, mengatakan pihak Satgas BLBI akan mengikuti proses panggilan sidang yang dijadwalkan digelar 25 Oktober 2021.
"Gugatan BLBI ini belum melaksanakan sidang. Jadi kalau menurut gugatannya, sidang baru tanggal 25 oktober. Kalau ditanya kita ikuti proses pengadilannya," kata Tri dalam video virtual, Jumat (22/10/2021).
Sebagai informasi, dua debitur atau obligor BLBI, Steven Hui alias Setiawan Harjono dan Xu Jing Nan alias Hendrawan Harjono, menggugat Pemerintah Indonesia ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan itu didaftarkan pada Senin, 11 Oktober 2021. Dalam gugatan bernomor perkara 611/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst, tergugat dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.
Baca juga: Kabareskrim Ikut Buru Aset Obligor BLBI, Satgas: Mesin Makin Panas
Direktur Hukum dan Humas Ditjen Kekayanan Negara (DJKN), Tri Wahyuningsih Retno Mulyani, mengatakan pihak Satgas BLBI akan mengikuti proses panggilan sidang yang dijadwalkan digelar 25 Oktober 2021.
"Gugatan BLBI ini belum melaksanakan sidang. Jadi kalau menurut gugatannya, sidang baru tanggal 25 oktober. Kalau ditanya kita ikuti proses pengadilannya," kata Tri dalam video virtual, Jumat (22/10/2021).
Lihat Juga :