Sri Mulyani Ungkap Alasan Pemerintah Beri Dana Talangan ke BUMN
Rabu, 03 Juni 2020 - 21:18 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah berencana memberikan dana talangan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengantisipasi dampak virus corona atau Covid-19. Dana talangan ini mencakup 12 BUMN dari sisi subsidi, penyaluran bansos, penyertaan modal negara dengan total Rp52,57 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan alasan pemberian dana talangan pada BUMN untuk mendukung kinerja perusahaan pelat merah yang memang terdampak pandemi Covid-19. Pemberian dana talangan akan dilakukan dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, supaya benar-benar tepat sasaran.
"Dan pemilihan 12 BUMN ini dianggap memiliki pengaruh yang besar terhadap hajat hidup masyarakat," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (3/6/2020).
Lanjut dia, meski 12 BUMN ini terdampak pandemi Covid-19, tetapi masih bisa berperan untuk masyarakat seperti terkait penyaluran bantuan sosial (bansos).
"Untuk dukungan BUMN ini adalah mereka yang terkena dampak Covid-19 dari sisi demand, suplai, dan operasional mereka. BUMN yang kegiatan volume kegiatannya drop seperti Garuda Indonesia, atau PTPN, juga Bulog yang melakukan dukungan melalui operasi bansos," pungkasnya.
Baca: Pemerintah Kucurkan Dana Rp45 T, Pengamat: Itu Memang Hak Pertamina
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan alasan pemberian dana talangan pada BUMN untuk mendukung kinerja perusahaan pelat merah yang memang terdampak pandemi Covid-19. Pemberian dana talangan akan dilakukan dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, supaya benar-benar tepat sasaran.
"Dan pemilihan 12 BUMN ini dianggap memiliki pengaruh yang besar terhadap hajat hidup masyarakat," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (3/6/2020).
Lanjut dia, meski 12 BUMN ini terdampak pandemi Covid-19, tetapi masih bisa berperan untuk masyarakat seperti terkait penyaluran bantuan sosial (bansos).
"Untuk dukungan BUMN ini adalah mereka yang terkena dampak Covid-19 dari sisi demand, suplai, dan operasional mereka. BUMN yang kegiatan volume kegiatannya drop seperti Garuda Indonesia, atau PTPN, juga Bulog yang melakukan dukungan melalui operasi bansos," pungkasnya.
Baca: Pemerintah Kucurkan Dana Rp45 T, Pengamat: Itu Memang Hak Pertamina
Lihat Juga :