Utang Indonesia Disorot, Sri Mulyani Malah Senang

Minggu, 24 Oktober 2021 - 16:01 WIB
loading...
Utang Indonesia Disorot,...
Menkeu Sri Mulyani. Foto/Dok Antara
A A A
JAKARTA - Utang pemerintah Indonesia yang mencapai Rp6.625 triliun kerap menjadi sorotan dan perbincangan masyarakat. Namun, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku senang dan menyebut hal itu sebagai kemajuan.

Menurut dia, kritik dan sorotan publik menunjukkan kepedulian dan rasa memiliki masyarakat terhadap keuangan negara. "Sekarang semua orang ngurusin utang. Semua orang bicara mengenai itu. It's good bahwa kita punya ownership terhadap keuangan negara," kata Sri Mulyani pada peluncuran buku Melintasi 3 Krisis Multidimensi secara virtual, Minggu (24/10/2021).

Baca juga: Sinyal Positif, Evergrande China Mulai Bayar Bunga Utang Rp1,16 Triliun

Sri Mulyani juga menyebut hal itu merupakan suatu kemajuan. Pasalnya, sebelumnya publik tak pernah dan bisa memperhatikan keuangan negara. "Kalau hari ini banyak yang melihat pada keuangan negara yang sangat sangat detail itu saya sangat senang banget. Pada 1997, 1998, tidak ada yang lihat APBN. Pada 2008 pun tidak ada," tukasnya.

Hampir semua orang, lanjut Sri Mulyani, melihat peningkatan utang sebagai kondisi “taken for granted” atau hal yang bisa diterima begitu saja. Begitu juga dengan kondisi krisis global 2008-2009, tak banyak pihak yang memberikan perhatian terhadap APBN kala itu.

Menkeu menambahkan, menyadari keuangan negara adalah instrumen yang luar biasa penting terutama sebagai antisipasi menghadapi krisis keuangan yang mungkin terjadi saat utang membengkak. "Ini harus hadir pada saat negara menghadapi kemungkinan terjadinya krisis," tukas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Sri Mulyani menjelaskan, jika utang berlipat ganda maka akan sulit untuk membayarnya. Apalagi, nilai tukar rupiah yang anjlok bisa menyebabkan krisis keuangan pada suatu negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Tere Liye: Suara Lugas...
Tere Liye: Suara Lugas di Tengah Normalisasi Utang Pemerintah
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
Rekomendasi
389 Personel Polisi...
389 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Konser Akbar Monas 2026
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Peserta Penmaba Jalur...
Peserta Penmaba Jalur Disabilitas UNJ 2026 Meningkat, Ini Jurusan Favoritnya
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved