Bos BNI Blak-blakan Bicara Bank Digital, Akuisisi Bank Mayora?

Selasa, 26 Oktober 2021 - 14:00 WIB
loading...
Bos BNI Blak-blakan...
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Direksi Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membeberkan langkah yang dilakukan perusahaan terkait pembentukan bank digital hingga tahapan mengakuisisi bank mini.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan, perseroan saat ini telah mencapai kesepakatan awal dengan sebuah bank mini yang memiliki modal inti tidak lebih dari Rp3 triliun.

Kendati rumor yang beredar di publik menyebut 'Bank Mayora' sebagai incaran akuisisi BNI, Royke masih merahasiakan nama bank yang dimaksud hingga waktu yang belum ditentukan.

"Untuk nama pihak terkait (bank yang akan diakuisisi), mohon maaf saya belum bisa sampaikan pada kesempatan ini. Namun nanti ke depan kami akan menyampaikan informasi ke publik dengan baik mengenai rencana pengembangan ini, sesuai dengan peraturan pasar modal dan regulasi pada institusi keuangan," kata Royke dalam Public Expose, Senin (25/10/2021).

Baca juga: Melesat 73,9% BNI Raup Laba Bersih Rp7,7 Triliun di Kuartal III 2021

Secara gamblang Royke menyebut bahwa bank yang sedang dalam proses akuisisi ini merupakan bank mini dengan modal inti tidak lebih dari Rp3 triliun. Jika memakai aturan lama, klasifikasi tersebut mengacu pada Bank BUKU I dan Bank BUKU II.

"Dapat kami sampaikan bahwa kami telah mencapai kesepakatan awal untuk akuisisi bank ini yang memiliki ekosistem bisnis yang kuat untuk dikembangkan menjadi bank digital," terangnya.

Artinya, BNI bakal mengembangkan bank mini tersebut untuk secara khusus dijadikan sebagai bank digital. Hal ini sejalan dengan optimisme Royke yang menyatakan bahwa selain melakukan digitalisasi pada berbagai business existing, BNI yakin dengan memiliki anak perusahaan yang fokus sebagai bank digital, akan membawa pelayanan perbankan lebih efektif dan tepat sasaran.

Ke depan saat tahapan akuisisi rampung, BNI bakal menarget nasabah dari kalangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Royke menegaskan perusahaan bakal mendukung kebutuhan permodalan bagi bank digital tersebut, terutama dalam pendanaan terhadap kalangan bisnis yang disasar. Adapun ekosistem yang dibuat bakal mengedepankan beberapa pihak seperti ekosistem digital, bank digital, mitra perusahaan teknologi, serta BNI.

"Bank digital ini nantinya akan fokus ke UKM dan relevan dengan karakteristik bank digital yang mampu menjangkau kalangan masyarakat yang lebih luas. Target marketnya tuh sangat luas sekali, jadi tradisional UKM akan jadi target market kita, sehingga benar-benar bakal berdampak positif bagi akselerasi pertumbuhan CASA kami," bebernya.

Baca juga: 4 Rekomendasi Saham yang Layak Dipantau Saat IHSG Masih Galau

Berbicara ihwal kecukupan modal dan dampak pembentukan bank digital terhadap permodalan BNI, Royke memastikan semuanya aman dan berjalan dengan baik.

"Saat ini perlu kami sampaikan BNI memiliki kecukupan modal yang kuat untuk melakukan ekspansi secara organik maupun anorganik, salah satunya disebabkan serangkaian aksi korporasi yakni dengan peningkatan modal termasuk penerbitan Additional Tier I Capital yang bulan lalu, sehingga rencana akuisisi ini tidak akan berdampak signifikan terhadap permodalan BNI," tandasnya.

Sebagai catatan, BNI terus menggenjot transformasi digital perbankan dalam tiga area, yakni mendigitalisasi platform bisnis perusahaan, mengembangkan produk-produk digital, dan memperkuat ekosistem digital dengan API Open Banking.

Salah satu bentuk kerjasama yang telah dibuat adalah menjalin kemitraan dalam bisnis 'Pay Later' bersama sejumlah platform fintech dan e-commerce seperti Traveloka dan Shopee.

Kolaborasi ini memberikan keuntungan 'fee based income' berbasis digital bagi BNI, serta berkontribusi sebesar 16,8% terhadap laba bersih perseroan pada kuartal III-2021 yang mencapai Rp7,7 triliun.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Makin Mudah Berinvestasi,...
Makin Mudah Berinvestasi, Pegadaian dan KSEI Gandeng Tangan Kembangkan ETF Emas
Superbank Bukukan Laba...
Superbank Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp142 Miliar hingga April 2026
Kemudahan Transaksi...
Kemudahan Transaksi Jadi Penentu Utama Nasabah Pilih Bank Digital
Superbank Gandeng KakaoBank...
Superbank Gandeng KakaoBank Hadirkan Tabungan Gamifikasi
BNI Bukukan Laba Bersih...
BNI Bukukan Laba Bersih Rp5,6 Triliun di Kuartal I-2026
Momogi Group Akuisisi...
Momogi Group Akuisisi Bibica, Siap Pimpin Pasar FMCG Regional
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
wondr BrightUp Cup 2025...
wondr BrightUp Cup 2025 Digelar, BNI Perluas Dukungan bagi Ekosistem Olahraga Nasional
Bebas dari Tahanan,...
Bebas dari Tahanan, Ira Puspadewi: Semoga Hukum Beri Perlindungan bagi Profesional
Rekomendasi
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Berita Terkini
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Infografis
4.000 Karyawan Bank...
4.000 Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara akan Digantikan AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved