Literasi Bunda Soal Keuangan Ternyata Masih Rendah
Rabu, 27 Oktober 2021 - 22:59 WIB
loading...
Literasi keuangan ibu rumah tangga masih rendah. FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - Literasi masyarakat terkait keuangan masih rendah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) indeks literasi keuangan baru 38,03%. Rinciannya tingkat literasi keuangan laki-laki sebesar 39,94% sedangkan perempuan 36,13%.
"Meskipun selisihnya kecil, tapi literasi terhadap perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki. Padahal peran perempuan sangat penting mengatur keuangan rumah tangga," kata Chief Marketing and Communication Officer Prudential Indonesia Luskito Hambali saat workshop virtual memperingati Hari Inklusi Keuangan, Rabu (27/10/2021).
Baca Juga: Resmi! Literasi Keuangan Masuk Kurikulum Pendidikan
Dia mengungkapkan sebesar 85% aktivitas belanja keluarga seperti belanja bulanan dan keputusan pembelian kebutuhan keluarga lainnya diatur oleh seorang istri atau ibu rumah tangga. Namun sebesar 50% ibu rumah tangga tidak merasa yakin dengan keputusan finansial yang diambil, dan 62% kebingungan saat harus mengarahkan rencana finansial jangka panjang keluarga.
Sebab itu, ibu rumah tangga membutuhkan solusi dalam rangka meningkatkan literasi keuangan. "Kami memiliki komitmen jangka panjang untuk meningkatkan literasi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat mengelola keuangan," kata dia.
"Meskipun selisihnya kecil, tapi literasi terhadap perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki. Padahal peran perempuan sangat penting mengatur keuangan rumah tangga," kata Chief Marketing and Communication Officer Prudential Indonesia Luskito Hambali saat workshop virtual memperingati Hari Inklusi Keuangan, Rabu (27/10/2021).
Baca Juga: Resmi! Literasi Keuangan Masuk Kurikulum Pendidikan
Dia mengungkapkan sebesar 85% aktivitas belanja keluarga seperti belanja bulanan dan keputusan pembelian kebutuhan keluarga lainnya diatur oleh seorang istri atau ibu rumah tangga. Namun sebesar 50% ibu rumah tangga tidak merasa yakin dengan keputusan finansial yang diambil, dan 62% kebingungan saat harus mengarahkan rencana finansial jangka panjang keluarga.
Sebab itu, ibu rumah tangga membutuhkan solusi dalam rangka meningkatkan literasi keuangan. "Kami memiliki komitmen jangka panjang untuk meningkatkan literasi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat mengelola keuangan," kata dia.
Lihat Juga :