Marwan Jafar: New Normal Harus Jadi Momentum Pacu Industrialisasi

Kamis, 04 Juni 2020 - 17:56 WIB
loading...
A A A
"Kenaikan upah harusnya dijaga rasionalitasnya sehingga tidak kalah saing dengan negara-negara kompetitor. Rilis media menyebutkan, hampir setiap tahun kenaikan upah tenaga kerja di Indonesia mencapai 7-8%, sedangkan kenaikan upah di negara-negara seperti Vietnam maupun India hanya berkisar 4-5%," imbuhnya.

Faktor lainnya menjaga ketersediaan infrastruktur jaringan logistik, penyederhanaan birokrasi dan jaminan keamanan serta regulasi yang tak berubah-ubah. "Dengan potensi yang kita miliki inilah investor dari negara-negara lain diharapkan berbondong-bondong mengalihkan investasinya ke lokasi Indonesia" lanjutnya.

Selain itu, lanjutnya, perlu mempertimbangkan insentif yang tepat untuk industri manufaktur. Insentif juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing industri untuk jangka panjang.

Keenam, industri farmasi perlu didorong menjadi pilar penting pembangunan kesehatan nasional. Terkait ini, perlu pengembangan sumber daya alam nasional yang begitu melimpah sebagai bahan baku obat-obatan maupun alat kesehatan sehingga dapat mengurangi ketergantungan import. Ketergantungan yang tinggi membuat daya saing nasional terus tergerus karena lemahnya posisi tawar terhadap importir.

Ketujuh, perlu antisipasi pengembangan bidang industri pariwisata, restoran, perhotelan dan sektor pendukung lainnya seperti industri event organizer. Bidang ini menjadi strategis untuk dikembangkan di era The New Normal. Bukan saja untuk recovery ekonomi yang berefek pada devisa, namun sekaligus menampung banyaknya tenaga kerja dan menggerakkan pelaku ekonomi sektor informal.

"Harus ada upaya kreatif untuk menggalakkan sektor-sektor tersebut agar ekonomi nasional segera recovery. Taruhlah misalnya, menggandeng artis-artis bertaraf internasional untuk promosi pariwisata nasional kita, baik secara virtual maupun secara langsung. Tentu di era The New Normal ini tetap tegakkan disiplin protokol kesehatan pandemi Covid-19," tandasnya.

Kedelapan, perlu pengembangan high technology telekomunikasi untuk mensuport sektor-sektor lainnya, termasuk pendidikan. Di era The New Normal, lanjutnya, perlu dipikirkan pengembangan jaringan hingga ke pelosok desa. Sebab, pemanfaatan jaringan telekomunikasi ini tidak bisa ditawar-tawar lagi menjadi kebutuhan masyarakat di hampir semua sektor.

"Perlu mengembangkan sistem pembelajaran yang efektif dan efesien berbasis teknologi telekomunikasi, sekaligus membantu sarana-prasarana pembelajaran bagi lembaga-lembaga pendidikan, termasuk pesantren di daerah-daerah yang kurang memiliki akses telekomunikasi," tegasnya .

Selain itu, pencanangan program startup unicorn untuk melatih dan mengembangkan talenta lokal dalam membangun startup. Sekaligus pengembangan bidang bisnis lainnya juga perlu ditingkatkan supaya memberikan dampak pada penyerapan tenaga kerja, baik di masa The New Normal maupun pasca pandemi.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Prabowo Sambut Jabat...
Prabowo Sambut Jabat Tangan Erat Kedatangan PM Singapura di Istana Merdeka
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Muktamar ke-35 NU: Siapa...
Muktamar ke-35 NU: Siapa Layak Menjadi Rais Aam?
Berita Terkini
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
IHSG Sesi I Tergelincir...
IHSG Sesi I Tergelincir ke 5.864, Nilai Transaksi Cetak Rp4,7 Triliun
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved