Marwan Jafar: New Normal Harus Jadi Momentum Pacu Industrialisasi

Kamis, 04 Juni 2020 - 17:56 WIB
loading...
A A A
Selanjutnya, perlu pengembangan industri ritel karena sepanjang catatan sebelum pandemi Covid-19, sektor ini mengalami tren yang positif. Data Kementerian Perdagangan periode 2018-2019 menunjukkan, pertumbuhan industri ritel modern, khususnya konsumsi barang kebutuhan sehari–hari atau fast moving consumer goods (FCMG) terlihat menggembirakan, yakni sebesar 6,6%. Format minimarket tumbuh 12,1%, format supermarket dan hypermarket -6,8%.

Ketiga, memacu sektor industri kreatif. Sektor ini memerlukan pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu. Karenanya, harus kita dorong dua hal sekaligus, yakni untuk menciptakan kesejahteraan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu pelaku.

Sektor lain juga perlu mendapat perhatian serius. Misalnya pembuatan perencanaan kota, urban design, landscape architecture, dan detail arsitektur taman, desain interior, sektor periklanan yang berbasis teknologi seperti sektor industri permainan, industri musik, layanan komputer dan perangkat lunak, dan lainnya. "Semuanya berbasis high technology digital yang sangat potensial untuk dikembangkan di new normal dan pasca-pandemi kelak," tegasnya.

Keempat, perlu pengembangan industri manufaktur dan melanjutkan peringkat terbaik basis industri manufaktur terbesar se-ASEAN. Data yang terekspos media menunjukkan, kontribusi industri manufaktur kita mencapai 20,27% pada perekonomian skala nasional. "Kita apresiasi dan dorong meningkatkan kontribusinya di tengah era new normal dan pasca Covid-19 nanti,” tegas anggota Komisi VI DPR FPKB ini.

Bagi Marwan, pemerintah juga perlu terus melakukan transformasi dan pengembangan perekonomian industri non migas. Tujuannya menggeser peran commodity based menuju manufacture based yang berefek berantai pada ekonomi nasional.

"Negara harus terus meningkatkan daya beli masyarakat agar proses produksi juga meningkat sesuai dengan permintaan," kata koordinator The Independent Cummunity for Peace and Hummanity itu.

Kelima, perlu penyiapan Indonesia sebagai negara tujuan relokasi industri. Peluang emas ini harus dimanfaatkan oleh negara kita dengan berbagai pertimbangan, antara lain Indonesia merupakan pasar yang potensial dan besar bagi dunia.

"Investor luar negeri juga menganggap Indonesia sebagai negara dengan potensi pertumbuhan pasar yang besar. Para investor dari berbagai negara, baik Asia seperti Jepang, China. Juga Asia Tenggara, seperti Thailand, Singapura, Benua Amerika dan Eropa serta Timur Tengah tentu harus diyakinkan, Indonesia merupakan pasar yang begitu besar," tegasnya.

Tentunya untuk menjadi negara tujuan, Indonesia sendiri harus berani bersaing dengan negara-negara lain seperti India, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Selain itu, Indonesia juga memiliki nilai kompetitif sebagai negara tujuan. Yakni harga lahan yang relatif murah dan menjaga fluktuasi upah tenaga kerja yang seharusnya lebih murah dari negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Kolaborasikan Musik-UMKM,...
Kolaborasikan Musik-UMKM, Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu Slankers
10 pemain Inggris Kubur...
10 pemain Inggris Kubur Mimpi Meksiko di Piala Dunia 2026
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Berita Terkini
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved