Marwan Jafar: New Normal Harus Jadi Momentum Pacu Industrialisasi

Kamis, 04 Juni 2020 - 17:56 WIB
loading...
Marwan Jafar: New Normal...
Legislator PKB Marwan Jafar mengatakan, pemerintah segera memberlakukan kebijakan pola new normal. Namun untuk membangkitkan kembali dunia industri di era new normal tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah segera memberlakukan kebijakan pola kehidupan baru ( new normal ). Namun untuk membangkitkan kembali dunia industri di era new normal tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

"Meski di sirkuit yang berkelok-kelok, naik-turun, tikungan tajam, licin dan cuaca yang belum bersahabat, industrialisasi harus berjalan dalam rangka menapaki tatanan era baru di arena persaingan global," kata Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar kepada SINDOnews, Kamis (4/6/2020).

Untuk itu, mantan menteri Desa, PDTT ini mengusulkan langkah-langkah strategis menggenjot industrialisasi bidang-bidang. Pertama, perlunya memacu kebijakan akselerasi industri ruralisasi berskala menengah dan besar, baik di sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan serta sektor agrobisnis lainnya. (Baca juga: Ada Empat Industri Tetap Tumbuh Saat Pandemi Covid-19, Apa Itu? )

"Dan, sudah berkali-kali, sektor ruralisasi ini saya sampaikan atau usulkan, baik melalui forum virtual maupun media massa. Program ruralisasi itu punya nilai strategis dan berkelanjutan untuk saat ini dan dimasa yang akan datang. Termasuk tahan banting terhadap bencana, terutama bencana nonalam, seperti pandemi Covid-19 yang sekarang mewabah secara global," tuturnya.

Oleh karena itu, kata Marwan, sudah selayaknya dan seharusnya program ruralisasi, terutama yang berskala menengah dan besar menjadi program andalan dan unggulan pemerintah, mengingat potensi sumber daya kita luar biasa besar. Termasuk untuk menekan impor, dan mendorong ekspor secara maksimal. "Sebab itulah evalusi dan merubah RPJMN kita dengan memasukkan program ruralisasi, sangatlah penting dan strategis," katanya. (Baca juga: Ekonomi Terkikis Corona, Defisit APBN Kian Lebar ke Level 6,34% )

Ia mencontohkan, kinerja industri sawit di Kalimantan yang tetap tahan banting, tak terganggu pandemi Covid-19 dengan harga pembelian TBS di tingkat petani juga masih di kisaran angka Rp1.200-Rp1.300 per kg. "Industri sawit masih dibutuhkan dunia. Eropa masih menggunakan bahan baku minyak sawit untuk membuat sanitizer," urainya.

Pengembangan sektor perikanan perlu terus didorong ke orientasi industri yang dapat meningkatkan kebutuhan ekspor. Laporan media, kata Marwan, total ekspor produk perikanan Indonesia pada lima tahun terakhir tercatat mencapai USD3,60 miliar, dimana Amerika Serikat merupakan tujuan ekspor terbesar produk perikanan Indonesia mencapai USD1,44 miliar. (Lihat grafis: BREAKING : PSBB DKI Jakarta Diperpanjang Dengan Fase Transisi )

Demikian pula sektor agribisnis nasional, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan agribisnis pada kuartal II 2018 mencapai 4,76% melonjak dari 3,23% pada kuartal yang sama di 2017.

"Industri ruralisasi di sektor-sektor andalan tersebut tidak bisa ditawar lagi. Ini menjadi payung sirkuit yang diharapkan tahan banting, siap memacu kendaraan menyusuri arena balap yang berkelok-kelok mencapai titik finis. Ke depan, kita harapkan dapat ekapor, bukan hanya berupa bahan baku, namun berupa hasil produksi,” tegasnya. (Lihat video: Penumpukan Penumpang Saat Jam Pulang Kerja di Stasiun Gondangdia )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Mengenang Suami Pertama...
Mengenang Suami Pertama Megawati dengan Tabur Bunga dan Tahlil
Oleh Soleh Dukung Perpres...
Oleh Soleh Dukung Perpres 111/2025: LGBTQ Sudah Jadi Ancaman Nonmiliter
Mengenal Liuzhou, Markas...
Mengenal Liuzhou, Markas Wuling Sekaligus Ibu Kota Mobil Listrik Dunia
Berita Terkini
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved