Pengamat: Ada Indikasi Mafia Migas di Balik Harga BBM yang Tak Kunjung Turun

Rabu, 22 April 2020 - 15:09 WIB
loading...
A A A
"Dengan Kepmen Jonan (Kepmen 187K/10/MEM/2019), harga BBM di Indonesia bisa diturunkan hingga dua kali, pada Januari 2020 padahal harga minyak dunia saat itu masih bertengger di atas USD60 per barel. Sekarang harga minyak cenderung turun drastis hingga rata-rata di bawah USD20 per barel, tapi mengapa harga BBM tidak kunjung turun?" cetusnya.

Berdasarkan formula Kepmen No 62K/MEM/2020, lanjut Fahmy, paling tidak ada dua kemungkinan penyebabnya, yakni penaikan konstanta dan penetapan harga MOPS yang tidak sesuai dengan harga minyak dunia.

"Berdasarkan hasil kajian Tim Anti Mafia, ada indikasi bahwa mafia migas selain bermain dalam peningkatan volume impor BBM, juga bermain dalam penetapan MOPS. Bahkan tidak mustahil ikut pula bermain dalam keputusan penaikan konstanta dalam formula penetapan harga BBM," kata Fahmy.

Kendati Petral yang selama ini dikenal sebagai markas mafia migas, sudah dibubarkan, mafia migas sesungguhnya menurut dia masih saja berkeliaran. "Pasalnya, mafia migas sudah menjadi inherent system yang mampu mempengaruhi kebijakan pemerintah. Kalau indikasi keterlibatan mafia migas itu benar, tidak berlebihan dikatakan bahwa mafia migas di balik keputusan tidak menurunkan harga BBM di tengah anjloknya harga minyak dunia," lanjut Fahmy.

Menurutnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif harus segera mengambil langkah-langkah konstruktif untuk menurunkan harga BBM dalam waktu dekat ini. Salah satunya mengembalikan besaran konstanta dalam penetapan formula harga BBM, dengan menetapkan besaran konstanta itu seperti ditetapkan oleh Menteri ESDM sebelumnya Ignasius Jonan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Harga BBM di India Melonjak...
Harga BBM di India Melonjak Tajam, Naik Tiga Kali dalam Delapan Hari
Bahlil Jamin Tak Ada...
Bahlil Jamin Tak Ada Kenaikan Harga BBM
Negara Ini Mulai Rusuh...
Negara Ini Mulai Rusuh Tercekik Harga BBM, Ekonomi Terancam Lumpuh
Tekor Rp1,8 Triliun...
Tekor Rp1,8 Triliun per Hari, India Akhirnya Naikkan Harga BBM Pertama sejak 2022
Di Luar Kendali, Inflasi...
Di Luar Kendali, Inflasi AS Menggila Cetak Rekor Tertinggi dalam 3 Tahun Imbas Kenaikan Harga BBM
MT Gamsunoro, Skema...
MT Gamsunoro, Skema Pengoperasian Kapal dan FoC
Temui Konstituen, Misbakhun...
Temui Konstituen, Misbakhun Beber Upaya Prabowo dan Bahlil Pertahankan BBM Bersubsidi
Saat Harga Energi Melonjak,...
Saat Harga Energi Melonjak, Kelas Menengah Menanggung Beban Terpanjang
Rekomendasi
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Berita Terkini
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved