Memaknai Hari Pahlawan, Sri Mulyani: Setiap Masa Ada Tantangannya
Rabu, 10 November 2021 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Gambarkan Ganasnya Covid, Sri Mulyani: Bisa Berubah seperti Film Mutan
Ketiga, yaitu selalu ada pahlawan dalam setiap masa dan perjuangan. “Selalu akan lahir pahlawan di dalam setiap perjuangan dalam menghadapi ujian,” ungkap Menkeu.
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu meminta jajaran Kemenkeu merefleksikan perjuangan pahlawan dengan meningkatkan kemampuan dan kompetensi, tidak hanya sekedar berkorban namun memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Menurut Menkeu, Kemenkeu memiliki banyak generasi muda yang menjadi aset masa depan Indonesia yang meneruskan estafet dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa. Dengan modal ini, Menkeu berharap jajaran Kemenkeu mampu mengguncang dunia dengan menjaga keuangan negara.
“Menjadikan keuangan negara sebagai instrumen yang sangat penting dan menentukan dalam mencapai cita-cita bernegara, menjaga kepercayaan masyarakat di dalam mengelola keuangan negara, menjaga amanah, dan tidak dicederai oleh perbuatan yang tidak profesional, yang tidak memiliki integritas, dan mencederai cita-cita kita bersama,” pungkas Menkeu.
Ketiga, yaitu selalu ada pahlawan dalam setiap masa dan perjuangan. “Selalu akan lahir pahlawan di dalam setiap perjuangan dalam menghadapi ujian,” ungkap Menkeu.
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu meminta jajaran Kemenkeu merefleksikan perjuangan pahlawan dengan meningkatkan kemampuan dan kompetensi, tidak hanya sekedar berkorban namun memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Menurut Menkeu, Kemenkeu memiliki banyak generasi muda yang menjadi aset masa depan Indonesia yang meneruskan estafet dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa. Dengan modal ini, Menkeu berharap jajaran Kemenkeu mampu mengguncang dunia dengan menjaga keuangan negara.
“Menjadikan keuangan negara sebagai instrumen yang sangat penting dan menentukan dalam mencapai cita-cita bernegara, menjaga kepercayaan masyarakat di dalam mengelola keuangan negara, menjaga amanah, dan tidak dicederai oleh perbuatan yang tidak profesional, yang tidak memiliki integritas, dan mencederai cita-cita kita bersama,” pungkas Menkeu.
(akr)
Lihat Juga :