Properti China Terguncang: Harga Rumah Mengalami Penurunan Terbesar sejak 2015
Selasa, 16 November 2021 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
Industri properti telah berada di bawah pengawasan ketat seiring kekhawatiran yang masih membayangi seputar masa depan perusahaan raksasa real estat, Evergrande. Pekan lalu, Evergrande yang terlilit utang jumbo mencapai USD300 Miliar, menghindari default untuk pembayaran bunga yang terlambat sebesar USD148 Juta.
Baca Juga: Bom Utang Ancam Ekonomi China, 2 Raksasa Properti Ikuti Jejak Evergrande
Hanya beberapa hari sebelum masa tenggang 30 hari untuk pembayaran bakal berakhir, ia menjual 5,7% saham di perusahaan media HengTen Networks Group dengan harga sekitar USD145 juta.
Minggu sebelumnya bisnis pembuatan mobil Evergrande juga dilego kepada produsen motor listrik Protean yang berbasis di Inggris dengan nilai yang tidak diungkapkan.
Sementara itu pengembang perumahan lainnya di China juga berjuang untuk mendapatkan uang agar bisa melakukan pembayaran utang.
Saham pengembang Fantasia anjlok 50% pekan lalu setelah mengatakan tidak ada jaminan dapat memenuhi kewajiban keuangan setelah gagal membayar utang jatuh tempo sebesar USD205,7 juta pada bulan Oktober.
Baca Juga: Bom Utang Ancam Ekonomi China, 2 Raksasa Properti Ikuti Jejak Evergrande
Hanya beberapa hari sebelum masa tenggang 30 hari untuk pembayaran bakal berakhir, ia menjual 5,7% saham di perusahaan media HengTen Networks Group dengan harga sekitar USD145 juta.
Minggu sebelumnya bisnis pembuatan mobil Evergrande juga dilego kepada produsen motor listrik Protean yang berbasis di Inggris dengan nilai yang tidak diungkapkan.
Sementara itu pengembang perumahan lainnya di China juga berjuang untuk mendapatkan uang agar bisa melakukan pembayaran utang.
Saham pengembang Fantasia anjlok 50% pekan lalu setelah mengatakan tidak ada jaminan dapat memenuhi kewajiban keuangan setelah gagal membayar utang jatuh tempo sebesar USD205,7 juta pada bulan Oktober.
Lihat Juga :