Mentan: Melalui Pertanian, Milenial Papua Cintai Indonesia

Selasa, 16 November 2021 - 16:03 WIB
loading...
Mentan: Melalui Pertanian,...
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri atas) memberikan arahan pada acara pelatihan petani milenial Papua dan Papua Barat.
A A A
JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian ( Kementan ) memberikan dukungan ketersediaan pangan melalui penguatan kapasitas SDM pertanian di Provinsi Papua dan Papua Barat. Dukungan itu di antaranya berupa pelatihan kepada petani milenial yang dilaksanakan selama sembilan hari mulai tanggal 15-23 November 2021.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan pelatihan bagi petani milenial di Papua dan Papua Barat ini untuk mendukung ketersediaan pangan. Menurut Mentan pelatihan akan berdampak positif terhadap produktivitas pertanian di dua daerah ini mengingat Papua memiliki lahan yang subur.

“Jika kita semua bergerak, maka ketersediaan pangan akan bisa dipenuhi. Kita berharap petani milenial bisa menjadi yang terdepan dalam hal itu. Papua punya bumi yang subur, manfaatkan itu untuk pertanian,” kata Mentan, Selasa (16/11/2021).

(Baca juga:Electrifying Agriculture Tarik Minat Petani Milenial)

Kegiatan pelatihan untuk mendukung ketersediaan pangan tersebut melibatkan para petani milenial di 20 kabupaten/kota di Papua dan 18 kabupaten/kota di Papua Barat. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 1.200 orang.

Pelatihan di Provinsi Papua dilalaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua, Balai Latihan Pertanian (BLP) Sentani, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sidori, Dinas Kehutanan (Dishut) Biak, Dinas Pertanian (Distan) Merauke, Distan Nabire, Poteknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Merauke, BPP Semangga, Balai Kampung Domande, Diperta, SMK Eca, dan Diperta Yapen.

Sementara di Papua Barat, pelatihan dipusatkan di Polbangtan Manokwari, Distan Kab. Pegaf, Distan Kab. Telbin, Distan Kab. Sorong, Distan Kab. Fakfak dan Distan Kab. Tambrauw.

(Baca juga:Peran Petani Milenial Dongkrak Perekonomian)

Mentan Syahrul menitipkan kepada para kepala daerah di Papua dan Papua Barat beserta jajaran untuk lebih memperhatikan petani milenial. Semua jajaran harus perhatikan anak-anak milenial untuk membangun pertanian Papua dan Papua Barat.

“Kalian pejuang kemanusiaan. Kalau mau bangun Papua, olah pertaniannya, kalian bertanilah dan bangun pertaniannya di tanah Papua ini. Tugas kalian, buktikan itu,” kata Mentan.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 bahkan dalam kondisi krisis sekalipun pertumbuhan PDB pertanian naik 16,24% dan ekspor meningkat 15,79% pada 2020. Bahkan hingga 2021 meningkat ke 47,96%. Sementara Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) meningkat 105,58 dan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 105,68.

(Baca juga:Kementan Siap Gaungkan Petani Milenial, Pilar Berkelanjutan Pertanian di Bengkulu)

“Ini artinya, pertanian mempunyai peluang besar yang bisa dimanfaatkan. Bertani tidak akan miskin, menjadi petani itu hebat. Petani milenial itu luar biasa. Petani harus tangguh, kendalikan alam, produksi pangan untuk kehidupan,” katanya.

Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, keahlian dan sikap petani milenial. “Khususnya untuk meningkatkan kompetensi petani milenial Papua dan Papua Barat dalam mendukung ketersediaan pangan,” kata Dedi Nursyamsi.

Dedi menambahkan, pelatihan dilaksanakan dengan metode On the Job Training (OJT). Metode pelatihan yang mengajarkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi yang diperlukan oleh penyuluh dan petani langsung di lokasi usaha tani.

(Baca juga:Petani Milenial Cianjur Tembus Supermarket Korea di Jakarta)

Dia menambahkan, materi yang akan disampaikan dalam pelatihan antara lain on farm, off farm, teknologi pertanian, dan ekspor, yang disesuaikan dengan kebutuhan dari peserta. Selain itu, budidaya dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar mereka bisa mengembangkan usahanya dengan bantuan KUR.

“Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam mendesain dan mempromosikan produk unggulannya, sehingga mampu bersaing dan berkembang di masa yang akan datang,” katanya.

Dedi menambahkan, materi disampaikan oleh fasilitator yang kompeten di bidangnya, baik dari widyaiswara, dosen, penyuluh dan praktisi.

Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar menyampaikan bahwa momentum ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh milenial di Papua dan Papua Barat. “Kami akan mendorong milenial Papua dan Papua Barat untuk berbisnis pertanian terutama dalam komoditas ekspor seperti kopi. Saya optimistis, 1.200 milenial yang bergabung dalam pelatihan ini dapat menjadi petani yang sukses baik on farm maupun off farm,” kata Billy.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ada Ancaman Godzilla...
Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?
Hampir 100.000 Hektare...
Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana Rehabilitasi Disiapkan Rp148,53 M
Mentan Amran Geram,...
Mentan Amran Geram, 133,5 Ton Bawang Bombay Berpenyakit Diselundupkan ke RI
Mentan Cabut 2.300 Izin...
Mentan Cabut 2.300 Izin Distributor Pupuk Nakal, Pecat 192 Pegawai Kementan
Ditjen Hortikultura...
Ditjen Hortikultura dan Ewindo Perluas Peran Masyarakat Kota dalam Ketahanan Pangan
Dukung Swasembada Pangan,...
Dukung Swasembada Pangan, BRIN Jadi Dapur Riset Sinergi dengan Kementan dan Kemdiktisaintek
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Rekomendasi
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Syarat Ruben Onsu Bisa Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved