Dituding Perkaya Diri Lewat Bisnis PCR, Erick Thohir: Nanti Kebenaran Akan Terbukti

Kamis, 18 November 2021 - 12:09 WIB
loading...
Dituding Perkaya Diri...
Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa tidak memiliki latar belakang di bisnis PCR maupun industri kesehatan. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan penentuan harga PCR ditetapkan secara transparan. Kebijakan tersebut telah dibahas melalui rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ratas itu dihadiri tidak saya saja. Ratas dihadiri Menkeu, Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, Menteri Kesehatan, kebijakan PCR juga ditentukan secara transparan. Jadi apa mungkin rapat terbatas itu men-setting menguntungkan saya. Apakah semua yang ada di ratas itu dituduh memperkaya diri sendiri?" kata Erick melalui pernyataannya, Kamis (18/11/2021).

Baca Juga: Soal Formula E, Erick Thohir: Event Itu Lebih dari Mempromosikan Indonesia

Dia menegaskan bahwa tidak memiliki latar belakang bisnis kesehatan dan farmasi sehingga tidak cukup berpengalaman di sektor tersebut. Tapi masih saja ada oknum yang menuding memperkaya diri lewat bisnis PCR.

"Mohon maaf nih ya, ini bukan bisnis saya, kesehatan saya bukan track record saya. Lalu saya diframing memperkaya diri," ungkapnya.

Erik pun tidak mengetahui secara pasti motif atas tudingan bisnis PCR yang dilontarkan oknum kecil tertentu Erick Thohir dan Menteri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Sebagai informasi, Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) sebelumnya membuat laporan pengaduan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ihwal dugaan bisnis RT-PCR tersebut.

Di sisi lain, muncul narasi rumor soal bisnis PCR dikaitkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Di mana, Erick Thohir salah satu orang yang memang digadang-gadang laik ikut kompetisi.

Namun Erick menilai langkah tersebut sebagai tindakan yang ingin membangun persepsi secara negatif di masyarakat perihal kredibilitas pemerintah.

"Kultur bangsa kita ini memang harus kita jaga. Rasa gotong royong kita, rasa peduli sesama kita sudah mulai luntur. Padahal itu membuat kita menjadi negara besar. Tetapi banyak oknum, individu yang melakukan tadi, dibangun persepsi secara negatif. Tapi itu hak mereka, tetapi saya yakin kebenaran akan terbukti. Dan jangan-jangan nanti terbukti kebalik," katanya

Ia juga tidak menyangka isu bisnis PCR dilakukan untul menjatuhkan kredibilitasnya menjelang pilpres 2024. Padahal kredibilitas sudah terbangun sebelum dipercaya Jokowi menjadi Menteri BUMN khsusunya di dunia internasional.

Baca Juga: Erick Thohir Tunggu Penugasan Bantu Formula E, Pengamat Nilai Bukan Cerminan Pemimpin

Erik juga mengaku belum berfikir soal pencalonan presiden ke depan. Saat ini yang menjadi fokus ialah menjalankan program transformasi BUMN.

"Saya tidak berpikir sejauh itu, kalau bicara kredibilitas sudah dibangun sebelum jadi menteri. Sudah ada kredibilitas itu di dunia internasional. Dan banyak kegiatan internasional yang saya masih aktif, tidak mungkin kredibilitas saya mau dikorbankan," jelasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
VFive Group Ekspansi...
VFive Group Ekspansi ke Sektor Energi dan Kesehatan di Indonesia
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan...
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan Arah Baru Percepat Dekarbonisasi Sektor Bisnis via Kolaborasi
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Rekomendasi
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Infografis
Ketum PSSI dari Masa...
Ketum PSSI dari Masa ke Masa, mulai Soeratin hingga Erick Thohir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved