Dairy Development Program Tingkatkan Kesejahteraan Peternak Sapi Perah
Kamis, 18 November 2021 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
"Melalui kemitraan dengan Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, sejak tahun 2015 FFI membangun Milk Collection Point (MCP) bersistem barcode digital untuk membantu peternak sapi perah lokal dalam meningkatkan kualitas dan mendapatkan harga susu yang lebih adil," katanya.
Dia pun menyebut bahwasannya kehadiran MCP ini bertujuan untuk menjaga jumlah total plate count (TPC) atau bakteri yang terkandung dalam susu serendah mungkin. Menurutnya, semakin rendah nilai TPC yang terkandung di dalam susu segar, maka semakin tinggi kualitasnya.
“Dengan sistem tersebut, peternak akan mendapatkan harga susu yang adil dan sesuai dengan kualitas susu yang dihasilkan,” imbuhnya.
Hingga saat ini, KPBS dan FFI telah membangun MCP digital di tujuh titik kelompok ternak di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, yang berlokasi di Los Cimaung, Warnasari, Cipanas, Citere, Mekar Mulya, Lembang Sari, dan Gunung Cupu.
Hingga tahun 2021, sebanyak 1.034 peternak sapi perah telah difasilitasi oleh tujuh MCP tersebut untuk membantu peternak sapi perah dalam mendapatkan penilaian kualitas susu segar yang valid dan penetapan harga yang adil.
“Keberhasilan MCP dengan sistem digital di Pangalengan ini menjadi motivasi bagi FFI untuk terus mengembangkan program ini bersama koperasi susu lainnya di Indonesia, demi meningkatkan kualitas susu segar dan kesejahteraan para peternak sapi perah di Indonesia,” papar Andrew.
FFI juga mengimplementasikan komitmen jangka panjangnya dalam menghadapi tantangan peternakan sapi perah dan pemberdayaan peternak sapi perah di Indonesia dengan membangun Dairy Village atau Desa Susu. Dairy Village merupakan sebuah percontohan peternakan sapi perah modern dan berkelanjutan pertama di Indonesia yang berlokasi di Ciater, Subang, Jawa Barat.
Dia pun menyebut bahwasannya kehadiran MCP ini bertujuan untuk menjaga jumlah total plate count (TPC) atau bakteri yang terkandung dalam susu serendah mungkin. Menurutnya, semakin rendah nilai TPC yang terkandung di dalam susu segar, maka semakin tinggi kualitasnya.
“Dengan sistem tersebut, peternak akan mendapatkan harga susu yang adil dan sesuai dengan kualitas susu yang dihasilkan,” imbuhnya.
Hingga saat ini, KPBS dan FFI telah membangun MCP digital di tujuh titik kelompok ternak di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, yang berlokasi di Los Cimaung, Warnasari, Cipanas, Citere, Mekar Mulya, Lembang Sari, dan Gunung Cupu.
Hingga tahun 2021, sebanyak 1.034 peternak sapi perah telah difasilitasi oleh tujuh MCP tersebut untuk membantu peternak sapi perah dalam mendapatkan penilaian kualitas susu segar yang valid dan penetapan harga yang adil.
“Keberhasilan MCP dengan sistem digital di Pangalengan ini menjadi motivasi bagi FFI untuk terus mengembangkan program ini bersama koperasi susu lainnya di Indonesia, demi meningkatkan kualitas susu segar dan kesejahteraan para peternak sapi perah di Indonesia,” papar Andrew.
FFI juga mengimplementasikan komitmen jangka panjangnya dalam menghadapi tantangan peternakan sapi perah dan pemberdayaan peternak sapi perah di Indonesia dengan membangun Dairy Village atau Desa Susu. Dairy Village merupakan sebuah percontohan peternakan sapi perah modern dan berkelanjutan pertama di Indonesia yang berlokasi di Ciater, Subang, Jawa Barat.
Lihat Juga :