Genjot Ekspor, Kliring Berjangka Dorong Eksportir Rumput Laut Gunakan Resi Gudang
Jum'at, 19 November 2021 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
"Dari sisi bisnis pembiayaan, Sistem Resi Gudang merupakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan. Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan Sistem resi Gudang. Kami optimis, seiring dengan peningkatan pemanfaatan Resi Gudang, sisi pembiayaan juga akan mengalami peningkatan," jelas Fajar.
Sepanjang tahun 2021, Rahmat Bahari Indonesia telah meregistrasikan rumput laut sebanyak 4 Resi Gudang, dengan volume 63.592 kg senilai Rp508,7 juta. Pimpinan Rahmat Bahari Indonesia Ni Nyoman Ribek mengatakan dengan adanya Sistem Resi Gudang pihaknya dapat menjaga ketersediaan barang yang ada, sehingga dapat menawarkan kepada buyer-buyer diluar negeri.
"Selain itu dengan adanya SRG ini, kami dapat memitigasi fluktuasi harga serta rate kurs yang ada," jelasnya. "Apa yang dilakukan Rahmat Bahari Indonesia ini tentunya bisa menjadi kisah sukses pemanfaatan Resi Gudang di Indonesia, khususnya dari sisi eksportir. Kedepan, tentunya harapan kami para eksportir komoditas rumput laut di berbagai wilayah di Indonesia juga mulai memanfaatkan sistem resi gudang. Selain dalam upaya menjaga stabilitas harga, Resi Gudang dapat dimanfaatkan pemilik komoditas untuk mendapatkan pembiayaan bagi kelangsungan usahanya," terang Fajar.
Baca Juga: Erick Thohir Dorong Transformasi Human Capital, Ini Respon Kliring Berjangka Indonesia
Berdasarkan catatan Pusat Registrasi Resi Gudang, sepanjang tahun 2021 sampai dengan bulan Oktober tercatat 19 RG dari komoditas rumput laut yang diregistrasi dalam volume 1,4 ton, dengan nilai barang Rp32,7 miliar dan nilai pembiayaan sebesar Rp21,9 miliar. Sedangkan sepanjang tahun 2020, komoditas rumput laut yang teregistrasi sebanyak 10 RG dengan volume 743,5 kg senilai Rp15 miliar, dan nilai pembiayaan sebesar Rp2,3 miliar.
Sepanjang tahun 2021, Rahmat Bahari Indonesia telah meregistrasikan rumput laut sebanyak 4 Resi Gudang, dengan volume 63.592 kg senilai Rp508,7 juta. Pimpinan Rahmat Bahari Indonesia Ni Nyoman Ribek mengatakan dengan adanya Sistem Resi Gudang pihaknya dapat menjaga ketersediaan barang yang ada, sehingga dapat menawarkan kepada buyer-buyer diluar negeri.
"Selain itu dengan adanya SRG ini, kami dapat memitigasi fluktuasi harga serta rate kurs yang ada," jelasnya. "Apa yang dilakukan Rahmat Bahari Indonesia ini tentunya bisa menjadi kisah sukses pemanfaatan Resi Gudang di Indonesia, khususnya dari sisi eksportir. Kedepan, tentunya harapan kami para eksportir komoditas rumput laut di berbagai wilayah di Indonesia juga mulai memanfaatkan sistem resi gudang. Selain dalam upaya menjaga stabilitas harga, Resi Gudang dapat dimanfaatkan pemilik komoditas untuk mendapatkan pembiayaan bagi kelangsungan usahanya," terang Fajar.
Baca Juga: Erick Thohir Dorong Transformasi Human Capital, Ini Respon Kliring Berjangka Indonesia
Berdasarkan catatan Pusat Registrasi Resi Gudang, sepanjang tahun 2021 sampai dengan bulan Oktober tercatat 19 RG dari komoditas rumput laut yang diregistrasi dalam volume 1,4 ton, dengan nilai barang Rp32,7 miliar dan nilai pembiayaan sebesar Rp21,9 miliar. Sedangkan sepanjang tahun 2020, komoditas rumput laut yang teregistrasi sebanyak 10 RG dengan volume 743,5 kg senilai Rp15 miliar, dan nilai pembiayaan sebesar Rp2,3 miliar.
(nng)
Lihat Juga :