Dihantam Pandemi, Industri Mainan Lokal Tahan Banting
Senin, 22 November 2021 - 22:10 WIB
loading...
A
A
A
Sementara di kawasan Asia, nilai ekspor mainan yang besar dikirim ke Jepang sebesar USD3,4 miliar dan Hong Kong USD2,1 miliar. Sementara ke Indonesia, China pada 2018 mengekspor mainan senilai USD398 juta.
Namun kondisi tersebut berbanding terbalik dengan industri mainan lokal. Bisnis mainan produksi dalam negeri tahan banting tidak terganggu impor. "Justru pandemi ini kami terus mendorong produksi lebih banyak lagi serta menambah tenaga kerja," ungkap salah satu pelaku usaha mainan lokal, PMB Toys Hendra, baru-baru ini.
Baca Juga: Viral! Dulu Mata-mata Melawan Belanda, Kini Mbah Min Jualan Mainan Anak di Solo
Pundi-pundi keuntungan terus mengalir, bahkan tenaga kerja yang semula tahun 2010 sebanyak 600 pegawai meningkat menjadi 800 pegawai. Bahkan membuka gerai atau showroom baru di Tangerang hingga membuat produk baru berupa Toyota Fortuner Legender, Mitshubisi Triton dan Honda PCX.
Ketiga produk tersebut sudah berlisensi resmi dari masing-masing perusahaan yang bekerjasama dengan PMB Toys dan yang pasti 100% buatan Indonesia. Harga jual pun mampu bersaing dengan impor di sekitar Rp900 ribu sampai Rp1,7 juta. "Kami ingin membahagiakan anak-anak Indonesia serta mendukung pemerintah meningkatkan produk lokal," tutur Hendra.
Namun kondisi tersebut berbanding terbalik dengan industri mainan lokal. Bisnis mainan produksi dalam negeri tahan banting tidak terganggu impor. "Justru pandemi ini kami terus mendorong produksi lebih banyak lagi serta menambah tenaga kerja," ungkap salah satu pelaku usaha mainan lokal, PMB Toys Hendra, baru-baru ini.
Baca Juga: Viral! Dulu Mata-mata Melawan Belanda, Kini Mbah Min Jualan Mainan Anak di Solo
Pundi-pundi keuntungan terus mengalir, bahkan tenaga kerja yang semula tahun 2010 sebanyak 600 pegawai meningkat menjadi 800 pegawai. Bahkan membuka gerai atau showroom baru di Tangerang hingga membuat produk baru berupa Toyota Fortuner Legender, Mitshubisi Triton dan Honda PCX.
Ketiga produk tersebut sudah berlisensi resmi dari masing-masing perusahaan yang bekerjasama dengan PMB Toys dan yang pasti 100% buatan Indonesia. Harga jual pun mampu bersaing dengan impor di sekitar Rp900 ribu sampai Rp1,7 juta. "Kami ingin membahagiakan anak-anak Indonesia serta mendukung pemerintah meningkatkan produk lokal," tutur Hendra.
(nng)
Lihat Juga :