Gandeng Perusahaan India di Bandara Kualanamu, AP II Dapat 2 Keuntungan Ini
Jum'at, 26 November 2021 - 15:28 WIB
loading...
Kementerian BUMN menegaskan bahwa kerja sama BOT dengan GMR Airports di Bandara Kualanamu memberikan keuntungan bagi AP II. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian BUMN mencatat ada dua keuntungan yang diterima PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II dengan kerja sama pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan GMR Airport Internasional.
Kerja sama antara AP II dengan perusahaan pengelolaan bandara asal India itu berdasarkan skema bangun-guna-serah atau build operate transfer (BOT). Dalam kerja sama ini, 49% saham Bandara Kualanamun diserahkan GMR dan sisanya 51% tetap dikuasai Angkasa Pura Aviasi.
Baca Juga: Perusahaan Asal India Resmi Kelola Bandara Kualanamu hingga 25 Tahun
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, kerja sama ini memberikan dua keuntungan bagi AP II. Pertama, memperoleh dana segar Rp1,58 triliun dari GMR. Kedua, GMR melakukan pembangunan di Bandara Kualanamu senilai Rp56 triliun.
"AP II akan mendapatkan dua keuntungan, dapat dana sebesar Rp1,58 triliun dari GMR, dan akan ada pembangunan dan pengembangan Kualanamu senilai Rp56 triliun dimana di tahap pertama sebesar Rp3 triliun," ujar Arya kepada Wartawan, Jumat (26/11/2021).
Kerja sama antara AP II dengan perusahaan pengelolaan bandara asal India itu berdasarkan skema bangun-guna-serah atau build operate transfer (BOT). Dalam kerja sama ini, 49% saham Bandara Kualanamun diserahkan GMR dan sisanya 51% tetap dikuasai Angkasa Pura Aviasi.
Baca Juga: Perusahaan Asal India Resmi Kelola Bandara Kualanamu hingga 25 Tahun
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, kerja sama ini memberikan dua keuntungan bagi AP II. Pertama, memperoleh dana segar Rp1,58 triliun dari GMR. Kedua, GMR melakukan pembangunan di Bandara Kualanamu senilai Rp56 triliun.
"AP II akan mendapatkan dua keuntungan, dapat dana sebesar Rp1,58 triliun dari GMR, dan akan ada pembangunan dan pengembangan Kualanamu senilai Rp56 triliun dimana di tahap pertama sebesar Rp3 triliun," ujar Arya kepada Wartawan, Jumat (26/11/2021).
Lihat Juga :