Cangkang Sawit Asal Indonesia Lebih Diminati Dibanding Malaysia, Ini Sebabnya

Senin, 29 November 2021 - 15:34 WIB
loading...
Cangkang Sawit Asal...
Besarnya produksi cangkang sawit di Indonesia membuat peluang ekspornya pun terbuka lebar. Foto/Dok Antara
A A A
JAKARTA - Besarnya produksi cangkang sawit di Indonesia membuat peluang ekspornya pun terbuka lebar. Banyak negara melirik cangkang sawit Indonesia karena kualitasnya yang baik.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (Apcasi) Dikki Akhmar mengatakan, cangkang sawit Indonesia diminati oleh banyak negara karena karakteristik cangkang sawit Indonesia yang tebal. Sementara negara lain yang juga pengekspor cangkang sawit seperti Malaysia memiliki karakteristik yang tipis.

"Cangkang sawit Indonesia diminati oleh banyak negara karena 70%-80% itu tebal. Sementara di negara lain yang mengekspor seperti Malaysia itu semua produknya adalah tenera, yang lebih tipis cangkangnya," ungkapnya dalam Market Review IDX Channel, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Ekspor Cangkang Sawit Terdongkrak Kebijakan Energi Jepang

Selain karena karakteristiknya, kalori yang dihasilkan dari cangkang sawit Indonesia juga cukup baik berkisar antara 3.900-4.200. Menurut Dikki, pemeliharaan cangkang sawit juga terbilang mudah dibandingkan wood pellet atau pelet kayu yang membutuhkan gudang tertutup dengan kondisi kelembapan khusus.

"Sementara cangkang sawit cukup diletakkan di lahan terbuka, dia tidak memengaruhi apapun terhadap kualitas kalori. Pemeliharaannya juga lebih sederhana kalau cangkang sawit," urainya.

Dia menuturkan, saat ini Jepang merupakan pasar terbesar bagi cangkang sawit Indonesia. Dia memperkirakan Jepang akan menjadi pasar utama untuk komoditas tersebut. Sejauh ini negara tujuan ekspor cangkang sawit Indonesia adalah Jepang, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, dan China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Rekomendasi
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved