Santri Digitalpreneur Bidik 1.000 Pesantren, Sandiaga Dorong Para Santri Ciptakan Lapangan Kerja
Minggu, 05 Desember 2021 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, pendakwah digital Habib Husein Ja'far Al Hadar mengatakan, santri merupakan salah satu generasi yang unggul. Santri memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh banyak orang seperti ilmu agama, kemandirian, dan yang paling penting adalah keberkahan dalam pembelajarannya. Oleh karena itu, mereka harus difasilitasi dalam berperan di kalangan masyarakat baik secara nasional maupun global.
“Karena itu saya senang sekali Kemenparekraf memberikan kesempatan melalui pembekalan keilmuan bagi santri ini agar santri memiliki peluang lain yaitu berdakwah melalui media digital,” ujarnya.
Baca juga: Infrastruktur Disiapkan, BI Percepat Penerbitan Rupiah Digital
Tak berhenti di situ, konten konten Atta Halilintar memberikan tips untuk membuat konten yang menarik di platform digital. Menurut dia, para santri dapat mengangkat cerita kesehariannya yang dikemas dalam video pendek atau serial berdurasi satu menit dan dibalut dengan humor yang ringan dan sarat akan ilmu yang telah dipelajari karena itu akan memberikan warna pada platform digital tersebut. “Karena kalau misalnya yang masuk ke FYP (For You Page dalam Tiktok) banyak konten kreator dari santri, kita jadi bisa banyak belajar,” kata Atta.
Salah satu peserta terbaik dalam program Santri Digitalpreneur Indonesia, Riki Permana mengucapkan terima kasih kepada Menparekraf beserta jajarannya yang telah memberikan program pendampingan ini.
“Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut dan terus membina para santri, khususnya santri di pondok pesantren yang ada di pelosok. Dengan adanya kegiatan ini sangat membantu kami dalam mengembangkan media dakwah,” paparnya.
“Karena itu saya senang sekali Kemenparekraf memberikan kesempatan melalui pembekalan keilmuan bagi santri ini agar santri memiliki peluang lain yaitu berdakwah melalui media digital,” ujarnya.
Baca juga: Infrastruktur Disiapkan, BI Percepat Penerbitan Rupiah Digital
Tak berhenti di situ, konten konten Atta Halilintar memberikan tips untuk membuat konten yang menarik di platform digital. Menurut dia, para santri dapat mengangkat cerita kesehariannya yang dikemas dalam video pendek atau serial berdurasi satu menit dan dibalut dengan humor yang ringan dan sarat akan ilmu yang telah dipelajari karena itu akan memberikan warna pada platform digital tersebut. “Karena kalau misalnya yang masuk ke FYP (For You Page dalam Tiktok) banyak konten kreator dari santri, kita jadi bisa banyak belajar,” kata Atta.
Salah satu peserta terbaik dalam program Santri Digitalpreneur Indonesia, Riki Permana mengucapkan terima kasih kepada Menparekraf beserta jajarannya yang telah memberikan program pendampingan ini.
“Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut dan terus membina para santri, khususnya santri di pondok pesantren yang ada di pelosok. Dengan adanya kegiatan ini sangat membantu kami dalam mengembangkan media dakwah,” paparnya.
(ind)
Lihat Juga :