KKP Targetkan Produksi Udang Capai 2 Juta Ton per Tahun
Selasa, 07 Desember 2021 - 22:03 WIB
loading...
KKP menargetkan produksi udang sebanyak 2 juta ton per tahun pada tahun 2024. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi udang sebanyak 2 juta ton per tahun pada tahun 2024. KKPakan fokus pada komoditas berorientasi ekspor yang mempunyai nilai ekonomis seperti, udang, lobster, kepiting dan rumput laut.
"Untuk tahun 2022, sebagaimana tadi saya sampaikan di program terobosan yang pertama pada budidaya yaitu pengembangan untuk budidaya untuk ekspor yang didukung KKP ada empat komoditas mulai udang lobster, rumput laut, dan juga kepiting," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, TB. Haeru Rahayu melalui keterangan resmi, Selasa (7/12/2021).
Baca Juga: Menteri Trenggono Paparkan Potensi Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan di Rapimnas Kadin
Dirjen DJPB mengatakan KKP telah menyusun sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut, mulai dari melakukan evaluasi terkait data dan juga regulasi bidang budi daya.
"Pasalnya, saat ini banyak tambak di pesisir pantai jawa yang sudah tidak sesuai lagi dengan ketentuan yang ada. Padahal KKP saat ini mengusung dua pendekatan yang saling seimbang, yaitu ekologi dan ekonomi," ujar dia.
"Untuk tahun 2022, sebagaimana tadi saya sampaikan di program terobosan yang pertama pada budidaya yaitu pengembangan untuk budidaya untuk ekspor yang didukung KKP ada empat komoditas mulai udang lobster, rumput laut, dan juga kepiting," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, TB. Haeru Rahayu melalui keterangan resmi, Selasa (7/12/2021).
Baca Juga: Menteri Trenggono Paparkan Potensi Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan di Rapimnas Kadin
Dirjen DJPB mengatakan KKP telah menyusun sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut, mulai dari melakukan evaluasi terkait data dan juga regulasi bidang budi daya.
"Pasalnya, saat ini banyak tambak di pesisir pantai jawa yang sudah tidak sesuai lagi dengan ketentuan yang ada. Padahal KKP saat ini mengusung dua pendekatan yang saling seimbang, yaitu ekologi dan ekonomi," ujar dia.
Lihat Juga :