Utang Luar Negeri RI Terus Membesar, Simak Catatan 5 Tahun Terakhir

Rabu, 08 Desember 2021 - 06:53 WIB
loading...
Utang Luar Negeri RI...
Pandemi Covid-19 berkepanjangan membuat utang negara berkembang terus membengkak. Lalu seberapa besar sih Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia saat? Berikut catatan dalam 5 tahun terakhir. Foto/Dok BI
A A A
JAKARTA - Utang tidak bisa dilepaskan dalam pembangunan suatu negara, terlebih dalam kondisi saat ini. Pandemi Covid-19 berkepanjangan membuat utang negara berkembang terus membengkak, tidak terkecuali Indonesia.

Menteri Keuangan atau Menkeu, Sri Mulyani Indrawati dalam sebuah kesempatan menerangkan pandemi Covid-19 sebagai tantangan yang luar biasa dan harus dihadapi. Tidak hanya mengancam manusia, pandemi ini juga mampu merusak perekonomian suatu negara.

"Kenapa kita harus menambah utang? seolah-olah menambah utang menjadi tujuan padahal dia adalah merupakan instrumen untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian kita," ujar Sri Mulyani.

Baca Juga: Utang Pemerintah Jokowi Bengkak Lampaui Batas IMF

Terbaru Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melaporkan adanya tren penambahan utang pemerintah dan biaya bunga yang melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan penerimaan negara.

"Kerentanan utang tahun 2020 telah melampaui batas yang direkomendasikan IMF atau International Debt Relief (IDR)," tulis laporan BPK, Selasa (7/12) kemarin.

Menurut data.worldbank.org, Bank Dunia mencatat bahwa Indonesia menjadi salah satu dalam daftar 10 negara yang memiliki pendapatan kecil menengah dan memiliki Utang Luar Negeri (ULN) terbesar urutan ke 7 pada laporan International Debt Statistics (IDS) atau Statistik Utang Internasional tahun 2021.

Baca Juga: Sri Mulyani Berang, Negara Banyak Utang tapi Daerah Sering Hamburkan Uang

Urutan tersebut didasari pada besarnya Utang Luar Negeri Indonesia sebesar USD402,08 miliar atau senilai Rp5.757 triliun (kurs Rp14,319/USD) pada tahun 2019.

Lalu seberapa besar sih Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia saat? Berikut ULN RI dalam 5 tahun terakhir dari 2016 hingga November 2021.

1. ULN Indonesia Tahun 2016

Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir triwulan IV tahun 2016 tercatat sebesar USD317 miliar, atau tumbuh 2% year on year. Pertumbuhan ULN Indonesia pada triwulan IV 2016 melambat dari triwulan sebelumnya sejalan dengan perlambatan ULN Jangka Panjang.

Pada akhir triwulan III pada 2016, ULN Indonesia tercatat sebesar USD325,3 miliar atau tumbuh 7,8% (yoy). Berdasarkan jangka waktu asal, perlambatan pada kuartal terakhir tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN jangka panjang yang melambat.

2. ULN Indonesia Tahun 2017

Data yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI), Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia 2017 silam mencapai USD352,2 miliar atau sekitar Rp4.849 triliun (kurs Rp13.769).

Jumlah itu naik 10,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai gambaran pada 2016, ULN Indonesia naik sebesar 3%.

3. ULN Indonesia Tahun 2018

BI mencatatkan pertumbuhan Utang Luar Negeri pada kuartal IV-2018 sebesar USD17,7 miliar menjadi USD376,8 miliar.

ULN tersebut teridiri atas utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD186,2 miliar, serta utang swasta dan BUMN sebesar USD190,6 miliar.

BI menjelaskan, meningkatnya posisi ULN dibandingkan dengan kuartal sebelumnya disebabkan neto transaksi penarikan ULN dan pengaruh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sehingga utang dalam rupiah yang dimiliki oleh investor asing tercatat lebih tinggi dalam denominasi dollar AS.

4. ULN Indonesia Tahun 2019

Bank Indonesia (BI) merilis utang luar negeri Indonesia (ULN) pada akhir triwulan IV-2019 mencapai USD404,3 miliar. Utang ini naik 7,7% dibandingkan pada akhir triwulan IV-2018 lalu yang mencapai USD376,8 miliar.

Jika menggunakan asumsi kurs USD1 = Rp14.000, maka utang luar negeri pada triwulan IV-2019 mencapai Rp5.660 triliun.

"Posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir triwulan IV-2019 tercatat sebesar USD 404,3 miliar, terdiri dari utang sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD 202,9 miliar dan utang sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD01,4 miliar," tulis BI dalam laporannya.

5. ULN Indonesia Tahun 2020

Dikutip dari bi.go.id, Utang Luar Negeri Indonesia terakhir terhitung pada bulan Desember 2020 atau pada akhir triwulan IV 2020 yakni sebesar USD417,5 Miliar. Utang tersebut terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD209,2 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD208,3 miliar.

Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia pada akhir triwulan IV 2020 tumbuh sebesar 3,5% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 3,9% (yoy). Perlambatan ULN tersebut terutama disebabkan perlambatan pertumbuhan ULN swasta.

6. Tahun 2021

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia yang terus meningkat perlu diwaspadai lantaran memiliki risiko besar apabila tingkat kemampuan bayarnya rendah.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia meningkat 3,7% menjadi USD423,1 miliar setara Rp6.008 triliun (asumsi kurs Rp14.200 per USD). Posisi tersebut tumbuh 3,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).

"(Pertumbuhan ULN) lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 2 persen yoy," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono.

"Perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan ULN sektor publik dan sektor swasta," tambahnya.

Posisi ULN pemerintah sampai dengan akhir September 2021 sebesar USD205,5 miliar atau setara Rp2.918,1 triliun. Posisi itu tumbuh 4,1% secara tahunan, lebih rendah dari pertumbuhan kuartal II-2021 sebesar 4,3% yoy.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.658 Triliun di Kuartal I-2026
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Tak Tepat Kaitkan Utang...
Tak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG, Pakar: Cara Berpikir Fiskal Terlalu Dangkal
Utang Pemerintah Tembus...
Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun, Purbaya: Kita Paling Hati-hati di Dunia
Tere Liye: Suara Lugas...
Tere Liye: Suara Lugas di Tengah Normalisasi Utang Pemerintah
Elon Musk: AS 1.000%...
Elon Musk: AS 1.000% Akan Bangkrut
BNPB Tarik Utang Luar...
BNPB Tarik Utang Luar Negeri Rp949 Miliar Buat Alat Deteksi Gempa dan Tsunami
Rekomendasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Berita Terkini
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Infografis
5 Negara dengan Umat...
5 Negara dengan Umat Islam Terbanyak di Dunia Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved