2 Pentolan Buruh dan Bos Kadin Berkongsi, demi Kesejahteraan Buruh?
Rabu, 08 Desember 2021 - 13:47 WIB
loading...
Kadin dan kalangan buruh membentuk tim asistensi demi kesejahteraan buruh. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia ( Kadin ) melakukan pertemuan dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI ), Senin (6/12/2021). Dalam pertemuan ini, semua pihak sepakat untuk membentuk kelompok kerja (pokja) guna mendiskusikan isu-isu kesejahteraan buruh.
Baca juga: Aspirasi Tak Didengar, Presiden Buruh Ancam Mogok Nasional
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, pengusaha dan serikat pekerja setuju untuk membentuk tim asistensi yang nantinya akan membentuk pokja yang dibutuhkan. Tugas tim asistensi adalah mendiskusikan berbagai persoalan buruh.
"Jadi nanti minggu depan, kita akan bentuk tim asistensi yang nanti akan membentuk pokja yang bukan hanya mendiskusikan soal upah, tapi lebih luas lagi," kata Andi dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Rabu (8/12/2021).
Lanjutnya, ke depan pokja ini akan membahas tentang kesempatan vokasi bagi pekerja, informasi lapangan kerja, upgrading skill, dan lainnya.
"Misalnya, tadi Pak Arsjad bilang katanya banyak lapangan kerja di Hungaria, ada vokasi yang dibutuhkan di sana. Jadi lebih luas lagi, membuka lapangan kerja di luar negara-negara yang selama ini jadi target pekerja," katanya.
Baca juga: Aspirasi Tak Didengar, Presiden Buruh Ancam Mogok Nasional
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, pengusaha dan serikat pekerja setuju untuk membentuk tim asistensi yang nantinya akan membentuk pokja yang dibutuhkan. Tugas tim asistensi adalah mendiskusikan berbagai persoalan buruh.
"Jadi nanti minggu depan, kita akan bentuk tim asistensi yang nanti akan membentuk pokja yang bukan hanya mendiskusikan soal upah, tapi lebih luas lagi," kata Andi dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Rabu (8/12/2021).
Lanjutnya, ke depan pokja ini akan membahas tentang kesempatan vokasi bagi pekerja, informasi lapangan kerja, upgrading skill, dan lainnya.
"Misalnya, tadi Pak Arsjad bilang katanya banyak lapangan kerja di Hungaria, ada vokasi yang dibutuhkan di sana. Jadi lebih luas lagi, membuka lapangan kerja di luar negara-negara yang selama ini jadi target pekerja," katanya.
Lihat Juga :