Buka-bukaan Bos Angkasa Pura: Utang Segunung, Bingung Bayar Gaji Karyawan
Rabu, 08 Desember 2021 - 17:06 WIB
loading...
Utang Angkasa Pura I hingga November 2021 mencapai Rp32,7 triliun. FOTO/Angkasa Pura
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengungkapkan utang PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I hingga November 2021 mencapai Rp32,7 triliun. Nilai utang sebesar itu diperoleh dari pinjaman kreditur dan investor hingga kewajiban perseroan kepada karyawan dan supplier.
Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi menyebut jumlah pinjaman perusahaan kepada kreditur dan investor mencapai Rp28 triliun. Sementara, kewajiban yang harus dibayarkan kepada karyawan dan supplier cukup besar senilai Rp4,7 triliun.
"Kita ada kewajiban kepada karyawan dan kewajiban ke supplier itu Rp4,7 triliun, sehingga total kewajiban kita sekitar Rp32,7 triliun. Namun kewajiban kita kepada kreditur dan investor itu sekitar Rp 28 triliun per November 2021," ujar Faik dalam konferensi pers, Rabu (8/12/2021).
Baca Juga: Kondisi Keuangan Berdarah-Darah, Dirut AP I: Ada Potensi Memburuk
Meski sedang mengalami tekanan keuangan saat ini, pihakntya optimistis tahun-tahun mendatang keuangan perusahaan mulai membaik seiring dengan upaya restrukturisasi keuangan.
Angkasa Pura I, kata Faik, akan melakukan upaya asset recycling, intensifikasi penagihan piutang, pengajuan restitusi pajak, efisiensi operasional seperti layanan bandara berbasis trafik, simplifikasi organisasi, penundaan program investasi serta mendorong anak usaha untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru (transformasi bisnis).
Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi menyebut jumlah pinjaman perusahaan kepada kreditur dan investor mencapai Rp28 triliun. Sementara, kewajiban yang harus dibayarkan kepada karyawan dan supplier cukup besar senilai Rp4,7 triliun.
"Kita ada kewajiban kepada karyawan dan kewajiban ke supplier itu Rp4,7 triliun, sehingga total kewajiban kita sekitar Rp32,7 triliun. Namun kewajiban kita kepada kreditur dan investor itu sekitar Rp 28 triliun per November 2021," ujar Faik dalam konferensi pers, Rabu (8/12/2021).
Baca Juga: Kondisi Keuangan Berdarah-Darah, Dirut AP I: Ada Potensi Memburuk
Meski sedang mengalami tekanan keuangan saat ini, pihakntya optimistis tahun-tahun mendatang keuangan perusahaan mulai membaik seiring dengan upaya restrukturisasi keuangan.
Angkasa Pura I, kata Faik, akan melakukan upaya asset recycling, intensifikasi penagihan piutang, pengajuan restitusi pajak, efisiensi operasional seperti layanan bandara berbasis trafik, simplifikasi organisasi, penundaan program investasi serta mendorong anak usaha untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru (transformasi bisnis).
Lihat Juga :