Rentenir Kejam! Gara-gara Pinjaman Tak Sampai Sejuta, Seorang Janda dan Anak-anaknya Jadi Tunawisma

Jum'at, 10 Desember 2021 - 20:20 WIB
loading...
Rentenir Kejam! Gara-gara...
Di Inggris banyak yang terjebak dengan perilaku rentenir manis. Foto/BBC
A A A
JAKARTA - Seorang ibu muda tanpa suami terjebak rentenir alias lintah darat. Gara-gara pinjaman sebesar 50 poundstreling atau tak sampai Rp1 juta, tepatnya Rp948 ribu, Michelle, demikian nama dia, harus menjalani kehidupan yang penuh teror dan menjadi tunawisma.

Colletta Smith, BBC consumer affairs correspondent, mengisahkan cerita pilu yang dialami Michelle.

Baca juga: 7 Pegawai Ditetapkan Tersangka, Polda Jabar Buru Bos Pinjol Ilegal

Michelle terbilang warga baru di sebuah wilayah di Inggris, tak disebutkan di kota mana. Gara-gara jam kerjanya dipotong, dia pun mengalami kondisi keuangan yang ketat. Kondisi itu membuatnya minder tiap kali mengantarkan anaknya ke taman bermain.

Di taman bermain itu, seperti kebanyak taman bermain lain, penuh dengan anak-anak dan para orang tua yang menemani. Nah di antara para orang tua itu, ada seorang ibu yang berusaha akrab dengannya.

Ibu itu dengan gigih mengobrol dengan Michelle setiap hari. Mengajaknya minum kopi. Menurut penuturan Michelle, ibu itu tergolong perempuan yang ramah.

Kemelut hidup Michelle bermula ketika ia ingin menyenangkan anaknya dengan membeli hadiah ulang tahun. Michelle ingin memberikan hadiah ulang tahun yang istimewa buat si anak, namun dia tak memiliki dana ekstra untuk itu.

Nah teman baru Michelle itu kemudian menawarkan bantuan. Sang teman mengatakan bahwa dia memahami bagaimana rasanya saat membutuhkan uang ekstra. Michelle pun boleh membayar pinjamannya bulan depan. "Itulah gunanya teman".

Sebulan kemudian, Michelle membayar kembali pinjaman itu. Ndilalahnya, pembayaran utang itu membuat pengeluaran yang lain terganggu sehingga dia masih membutuhkan "uang ekstra" kembali.

Untuk mengakalinya, mau tak mau, dengan jalan pintas Michelle melakukan pinjaman lagi. Namun kali ini, pinjaman itu berbeda. Jika sebelumnya tanpa bunga, pinjaman baru disertai bunga yang mencekik.

"Kali ini dia mengatakan pinjaman itu dengan bunga. Pinjaman yang pengembaliannya dua kali lipat," katanya kepada BBC, dikutip Jumat (10/12/2021).

Pinjaman yang besar itu harus dibayar lebih besar lagi. Ibaratnya, gali empang buat nutup lubang. Begitu seterusnya.

"Bulan berikutnya, uang keluar dari saku saya dua kali lipat. Itu adalah siklus. Saya perlu meminjam lebih banyak setiap bulan karena saya membayar lebih banyak pula," tutur Michelle.

Situasi itu keruan saja membuat Michelle stress, tertekan, dan malu. Dia pun tak kuasa menutupi kesedihannnya di malam hari, sembari berusaha agar persoalannya tak diketahui orang lain.

"Saya benar-benar malu. Tidak ada yang tahu, saya tidak ingin ada yang tahu. Saya menangis setiap malam," lirihnya.

Pinjaman tak sampai sejuta rupiah itu kemudian berubah menjadi puluhan juta yang harus dibayarkan secara tunai selama beberapa bulan. Pinjaman berbiak yang tanpa catatan.

Ketika Michelle mencoba bersikap tegas dengan melakukan pembelaan, teror pun dimulai. Dia dikirimi pesan ancaman, orang-orang melemparkan barang-barang ke rumahnya, membakar barang-barang di luar pintu depan, dan memecahkan jendela di malam hari. Sungguh biadab.

Teror yang dialami Michelle kian menggila di dunia online. Berbagai fitnah terhadap Michelle diposting agar diketahui banyak orang, termasuk orang-orang di kantornya. Michelle pun cemas bukan kepalang bakal kehilangan pekerjaan gara-gara fitnah itu.

"Saya dipermalukan, benar-benar dipermalukan, dan saya takut seseorang di tempat kerja akan melihatnya. Saya berpikir apakah saya akan kehilangan pekerjaan karena seseorang melihatnya? Ini akan memengaruhi saya di masa depan," urai Michelle.

Michelle ketakutan, depresi dan keluarganya berada dalam posisi yang sangat rentan. Tahun lalu rumahnya dibobol dan digeledah. Barang-barangnya dikencingi, tempat tidur anak-anak dan karpet juga dikencingi.

"Ada barang-barang yang diambil yang tidak akan pernah saya dapatkan kembali" kata Michelle.

Saat itulah Michelle memutuskan keluar dari tempat tinggalnya. Dia membawa anak-anak dan beberapa barang yang masih tersisa. Mereka berjalan keluar rumah, dan tidak pernah kembali lagi.

Keluarga Michelle pun menjadi tunawisma Natal lalu. Mereka memang diberi akomodasi sementara, tetapi mereka tidak punya apa-apa. Tidak ada meja, tidak ada hadiah, tidak ada pohon Natal, tidak ada apa-apa.

"Yang paling sulit adalah mengetahui bahwa ini adalah Natal dan saya telah membuat anak-anak kehilangan tempat tinggal. Ibu mana yang membuat anak-anaknya kehilangan tempat tinggal? Saya melakukannya. Saya membuat pilihan itu," kata Michelle sembari terisak.

Untungnya di Inggris sana ada lembaga yang memang berperan membantu orang-orang yang terjebak rentenir. Michelle kemudian menelepon layanan hotline Stop Loan Sharks. Sejak itu kehidupan telah berbalik untuk Michelle.

Baca juga: Kapolri Minta Jajarannya Kawal Unjuk Rasa Sesuai Aturan

Badan amal itu memperingatkan orang untuk tidak menggunakan rentenir Natal. Sebab, mereka bisa terjerumus dalam lembah utang yang dalam.

Para rentenir tidak selalu laki-laki kekar besar dengan kepala gundul. Mereka bisa berwujud seorang ibu yang ramah saat di taman bermain.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
BP BUMN: KAI Tak Sanggup...
BP BUMN: KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Rekomendasi
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved