Dukung Pertumbuhan Wirausaha Baru, Indonesia Fund Festival 2021 Resmi Digelar

Selasa, 14 Desember 2021 - 16:11 WIB
loading...
Dukung Pertumbuhan Wirausaha...
Opening Ceremony IFF 2021 di iNews Tower, Jakarta, Selasa (14/21/2021
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan wirausaha di Indonesia terus didorong guna memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional, salah satunya melalui ajang pertemuan investor dan juga pelaku usaha, yakni Indonesia Fund Festival (IFF) 2021.

Saat ini, tercatat rasio kewirausahaan di Indonesia mencapai 3,47 persen dari total populasi penduduk dan masih perlu peningkatan yang signifikan. Pemerintah pun menargetkan pada 2024 mendatang ditargetkan menjadi 4 persen.

Kementerian Koperasi dan UKM melalui LPDB-KUMKM melakukan inisiasi dengan menyelenggarakan Indonesia Fund Festival (IFF) 2021 di Jakarta Concert Hall, Gedung iNews Tower, Jakarta.

IFF 2021 juga terselenggara atas kerja sama LPDB-KUMKM, Orbit Venture Indonesia, MNC Group, dan Inkubator Siger Hub.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi terselenggaranya IFF 2021 dalam mendorong peningkatan wirausaha baru di Indonesia, sebab selama ini kendala utama pelaku UMKM adalah akses permodalan dalam mengembangkan usaha.

"Kolaborasi LPDB-KUMKM, MNC Group, Orbit Venture Indonesia dan Inkubator Siger Hub dalam pelaksanaan Indonesia Fund Fest 2021 ini sangat strategis dalam mendorong lompatan usaha Koperasi dan UMKM, menjadi catatan baru lembaran inovasi yang dilakukan LPDB-KUMKM," ujar MenKop UKM Teten Masduki saat Opening Ceremony IFF 2021 di iNews Tower, Jakarta, Selasa (14/21).

MenKop UKM Teten Masduki menambahkan, dengan memiliki keunggulan bonus demografi yakni penduduk usia produktif mencapai 70,72 persen dari total populasi penduduk, Indonesia memiliki nilai lebih dalam hal produktivitas dan juga peningkatan wirausaha baru.

"Peluang pengembangaan wirausaha ke depan ada di tangan anak muda. Terdapat 64,69 persen atau 173,48 juta dari total 270,20 juta jiwa penduduk Indonesia merupakan generasi milenial, generasi Z, dan generasi alpha," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo menjelaskan, penyelenggaraan IFF 2021 dalam rangka memfasilitasi para tenant inkubator wirausaha LPDB-KUMKM untuk mendapatkan pembiayaan, dan kerja sama dari investor.

Tak hanya itu, ajang IFF 2021 juga untuk mempromosikan Koperasi dan UMKM agar dapat naik kelas, agar mudah mengakses digitalisasi, agar dapat promosi di level regional, dan agar dapat dikenal di level internasional. "Hari ini komitmen tersebut sedikit demi sedikit kita wujudkan dengan kolaborasi bersama dalam penyelenggaraan Indonesia Fund Festival 2021 ini," kata Supomo.
Dukung Pertumbuhan Wirausaha Baru, Indonesia Fund Festival 2021 Resmi Digelar

Ia menambahkan, penyelenggaraan IFF 2021 juga didukung penuh oleh Orbit Venture Indonesia dalam mempromosikan startup Koperasi dan UMKM agar terkoneksi dengan investor internasional serta menjadi startup kelas dunia.

Adapun penyelenggaraan IFF 2021 diikuti oleh 17 tenant pilihan program wirausaha LPDB-KUMKM dan telah dikurasi melalui Investor Readiness Rate (IRR) oleh Orbit Venture Indonesia.

Program Green Incubator LPDB-KUMKM
Menurut Supomo, LPDB-KUMKM juga terus mengembangkan program inkubator wirausaha melalui kerja sama dengan berbagai lembaga inkubator di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, LPDB-KUMKM juga terus membuat lembaran-lembaran inovasi baru yang salah satunya adanya pembentukan 2 (dua) wings kerja sama dengan inkubator dan pendampingan, dengan tujuan proses bisnis LPDB-KUMKM dapat berubah menjadi venture like model untuk mensupport core bisnis utama LPDB-KUMKM penyaluran dana bergulir kepada koperasi.

"Alhamdulillah kedua wings ini sudah mulai berjalan dan mulai menemukan bentuk baru, yang kami sebut dengan Green Incubator," kata Supomo.

Adapun, green incubator adalah model inkubasi oleh koperasi yang memberikan layanan inkubasi kepada ekosistem mitra atau anggota koperasi dengan skema closed loop incubation atau open loop incubation.

Green Inkubator mengubah paradigma inkubasi yang dilakukan oleh inkubator, agar ke depan incubator dapat menjadi Lembaga koperasi yang mandiri dan memiliki domino efek yang berkelanjutan.

Adapun green inkubator ini sudah terlaksana dan menjadi prototype di Koperasi Jasa Serikat Talenta Karya di Lampung, dan model close-loop-incubation yang dilakukan oleh Koperasi Al Itifaq di Jawa Barat. "Kedua model ini akan memperkuat peran anggota, mitra dan stakeholder dalam sirkuit ekonomi ekosistem Koperasi," kata Supomo.

Menkop UKM Teten Masduki menambahkan, pihaknya mendukung penuh program green incubator LPDB-KUMKM dalam rangka mengembangkan Koperasi di Indonesia dengan model close-loop-inkunbasi dan open-loop-inkubasi.

"Koperasi tidak hanya membutuhkan pinjaman atau pembiayaan saja kepada LPDB-KUMKM, tapi juga mereka memerlukan sebuah ekosistem usaha yang akhirnya membuat LPDB-KUMKM dapat menaikkan appetite penyaluran dana dan menurunkan risiko bisnisnya," pungkas Teten. CM
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
Buka BRImo, Langsung...
Buka BRImo, Langsung Jadi Investor Syariah bareng Syailendra Capital!
Qavah Group Fasilitasi...
Qavah Group Fasilitasi Ekspansi Investor China ke Pasar Indonesia
Midcare Expo 2026 FK...
Midcare Expo 2026 FK Unair, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Berita Terkini
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved