Gapki: Pasar Tradisional Mulai Pulih dan Memberi Harapan
Senin, 08 Juni 2020 - 21:32 WIB
loading...
A
A
A
Mukti memperkirakan konsumsi oleokimia diperkirakan masih akan bertahan meskipun ada pelonggaran PSBB. Pasalnya, kendati ada pelonggaran, protokol Covid-19 masih tetap diterapkan secara ketat.
Mengenai ekspor minyak sawit, Mukti mengatakan bahwa pada bulan April dibandingkan dengan bulan Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 77.000 ton; dimana 44.000 ton dari refined palm oil dan 33.000 ton dari CPO. Berdasarkan tujuannya, penurunan terbesar terjadi pada pengiriman ke Bangladesh, Afrika dan Timur Tengah masing-masing dengan 118.000, 62.000 dan 56.000 ton karena impor yang besar ketiga negara tersebut pada bulan Maret.
Sebaliknya, ekspor ke Pakistan naik 100% menjadi 201.000 ton disebabkan impor yang sangat rendah pada bulan Maret. Ekspor ke China naik 37% menjadi 417.000 ton meskipun masih jauh lebih rendah dari ekspor ke China April 2019 (730.000 ton) sedangkan ekspor ke India dan Uni Eropa juga menunjukkan sedikit kenaikan.
"Tren yang positif ini diperkirakan akan berjalan terus dengan semakin meredanya pandemi Covid-19," pungkasnya.
Mengenai ekspor minyak sawit, Mukti mengatakan bahwa pada bulan April dibandingkan dengan bulan Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 77.000 ton; dimana 44.000 ton dari refined palm oil dan 33.000 ton dari CPO. Berdasarkan tujuannya, penurunan terbesar terjadi pada pengiriman ke Bangladesh, Afrika dan Timur Tengah masing-masing dengan 118.000, 62.000 dan 56.000 ton karena impor yang besar ketiga negara tersebut pada bulan Maret.
Sebaliknya, ekspor ke Pakistan naik 100% menjadi 201.000 ton disebabkan impor yang sangat rendah pada bulan Maret. Ekspor ke China naik 37% menjadi 417.000 ton meskipun masih jauh lebih rendah dari ekspor ke China April 2019 (730.000 ton) sedangkan ekspor ke India dan Uni Eropa juga menunjukkan sedikit kenaikan.
"Tren yang positif ini diperkirakan akan berjalan terus dengan semakin meredanya pandemi Covid-19," pungkasnya.
(fjo)
Lihat Juga :