Ada 'Nenek Sihir' dalam Anggaran Penanganan Covid-19
Senin, 08 Juni 2020 - 21:33 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Center for Budjet Analysis (CBA) mengatakan, program PEN ini atau yang lebih populer program memerangi Covid-19 mempunyai anggaran yang besar, dan sangat aneh seperti ada Nenek sihir. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center for Budjet Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menyatakan, pada tanggal 5 Mei 2020 Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (SMI) memberikan paparan kepada Komisi XI DPR. Salah satu paparan tersebut adalah memberikan gambaran postur baru APBN 2020 sesuai Perpres No.54/2020.
Menurut Uchok, dalam paparan postur APBN baru tersebut, Pemerintah akan menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) guna merespons dampak pelemahan ekonomi yang berlanjut hingga saat ini karena pandemi corina virus disease 2019 (Covid-19). Kemudian, kata Uchok, program PEN ini, atau yang lebih populer adalah program untuk memerangi Covid-19 mempunyai anggaran yang besar, dan sangat aneh.
"Kelihatan aneh, seperti ada Nenek sihir, yang sangat ahli menyulap anggaran. Yang seketika, bisa mengalami kenaikan anggaran yang terus menerus seperti tanpa punya rem," tutur Uchok di Jakarta, Senin (8/6/2020).
(Baca Juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Naik Jadi Rp677,2 Triliun, Ini Rinciannya )
"Ini artinya, mantra mantra Nenek sihir tersebut sangat mujarab. Bisa seenak saja, menaikan anggaran Covid 19 tanpa memikirkan sumber pendanaan," imbuhnya.
Lihat saja, lanjut Uchok, pada bulan Mei 2020, anggaran alokasi awal untuk memerangi covid-19 hanya sebesar Rp.405,1 Triliun. "Tiba tiba tiada hujan, tiada Angin, anggaran covid-19 dinaikin lagi mencapai Rp.641,1 Triliun. Lalu bin salabin anggaran covid-19 disihir naik lagi sebesar Rp667,1 Triliun," ungkap dia.
Menurut Uchok, dalam paparan postur APBN baru tersebut, Pemerintah akan menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) guna merespons dampak pelemahan ekonomi yang berlanjut hingga saat ini karena pandemi corina virus disease 2019 (Covid-19). Kemudian, kata Uchok, program PEN ini, atau yang lebih populer adalah program untuk memerangi Covid-19 mempunyai anggaran yang besar, dan sangat aneh.
"Kelihatan aneh, seperti ada Nenek sihir, yang sangat ahli menyulap anggaran. Yang seketika, bisa mengalami kenaikan anggaran yang terus menerus seperti tanpa punya rem," tutur Uchok di Jakarta, Senin (8/6/2020).
(Baca Juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Naik Jadi Rp677,2 Triliun, Ini Rinciannya )
"Ini artinya, mantra mantra Nenek sihir tersebut sangat mujarab. Bisa seenak saja, menaikan anggaran Covid 19 tanpa memikirkan sumber pendanaan," imbuhnya.
Lihat saja, lanjut Uchok, pada bulan Mei 2020, anggaran alokasi awal untuk memerangi covid-19 hanya sebesar Rp.405,1 Triliun. "Tiba tiba tiada hujan, tiada Angin, anggaran covid-19 dinaikin lagi mencapai Rp.641,1 Triliun. Lalu bin salabin anggaran covid-19 disihir naik lagi sebesar Rp667,1 Triliun," ungkap dia.
Lihat Juga :