OJK: Bank Digital Jangan Hanya Fokus Customer Experience, Tapi Juga Edukasi
Kamis, 16 Desember 2021 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
"Bahkan IMF juga mengatakan serangan siber masuk dalam risiko sistem keuangan. Karena itu bank harus memiliki cyber risk management, adjustment, melakukan excercise kehandalan sistem keamanan, serta harus mau melaporkan bila terjadi masalah. Ini untuk bahan pelajaran buat kita semua di industri keuangan," terangnya.
Sambung Anung menjelaskan OJK sudah memiliki kebijakan yang dituangkan dalam blueprint transformasi digital. Pertama, menyangkut prinsip proteksi data dan kebijakan data transfer. Kedua, kebijakan data governance, kebijakan tata kelola dan arsitektur teknologi informasi.
Selain itu ada kebijakan cyber security yang mengacu pada standard internasional. Kemudian, kebijakan outsourcing atau standar kerjasama bank dan pihak ketiga.
Dia menekankan, blue print tersebut dibuat karena perkembangan digital banking dengan seluruh infrastruktur yang menyertainya tentu akan memicu tantangan sendiri ke depan.
"Saat ini kita masih dalam masa bulan madu atau euforia bank digital. Karena kita belum mengetahui dengan jelas apa saja risiko yang akan timbul di masa depan," katanya.
Sambung Anung menjelaskan OJK sudah memiliki kebijakan yang dituangkan dalam blueprint transformasi digital. Pertama, menyangkut prinsip proteksi data dan kebijakan data transfer. Kedua, kebijakan data governance, kebijakan tata kelola dan arsitektur teknologi informasi.
Selain itu ada kebijakan cyber security yang mengacu pada standard internasional. Kemudian, kebijakan outsourcing atau standar kerjasama bank dan pihak ketiga.
Dia menekankan, blue print tersebut dibuat karena perkembangan digital banking dengan seluruh infrastruktur yang menyertainya tentu akan memicu tantangan sendiri ke depan.
"Saat ini kita masih dalam masa bulan madu atau euforia bank digital. Karena kita belum mengetahui dengan jelas apa saja risiko yang akan timbul di masa depan," katanya.
Lihat Juga :