Cerita Jokowi Saat Ambil Alih Saham Mayoritas Freeport: Ngeri Semuanya

Rabu, 22 Desember 2021 - 17:26 WIB
loading...
Cerita Jokowi Saat Ambil Alih Saham Mayoritas Freeport: Ngeri Semuanya
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bercerita saat dirinya mendapatkan banyak informasi menakutkan saat berniat mengambil alih mayoritas saham PT Freeport. Namun Ia mendorong Menterinya untuk maju terus. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) bercerita saat dirinya mendapatkan banyak informasi menakutkan saat berniat mengambil alih mayoritas saham PT Freeport . Lantaran itu Ia mengingatkan, butuh keberanian untuk melakukan hilirisasi yang tengah gencar digaungkan oleh pemerintah.

“Dulu waktu kita mau ambil Freeport kembali, mayoritas informasi yang saya terima memang semuanya menakutkan. Menakutkan semuanya. Nanti Papua akan goncang, Papua akan lepas. Amerika akan marah,” katanya dalam acara PUncak HUT Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rabu (22/12/2021).

Baca Juga: Bangun Proyek Smelter di Gresik, Freeport Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Dia mengatakan perlu waktu tiga tahun untuk mengerjakan ini. Jokowi tidak gentar dengan beragam informasi negatif yang didapatnya, Ia terus mendorong menterinya maju. Namun setelah berhasil diambil alih tidak terjadi apa-apa.

“Sampai 3 tahun kita kerja ini. Dan menterinya maju mundur, maju mundur. Maju saya gitukan. Ya memang ngeri. Karena ini sudah 41 thn Freeport itu. Ternyata ya ga ada apa-apanya,” ungkapnya.

Jokowi menyebut bahwa pembelian saham mayoritas Freeport tidaklah menggunakan uang APBN maupun BUMN. Bahkan jika dalam waktu tiga tahun saham pemerintah dilepas, maka sudah ada untungnya.

“Beli Freeport bukan dari uangnya APBN, bukan juga dari uangnya BUMN, ndak. Paling itu kalau mau dalam 3 tahun sudah balik sekarang. USD 5 miliar lebih dikit. Tahun depan kalau mau kita lepas lagi, kita udah untungnya gede banget. Bolak balik,” ujarnya.

Baca Juga: Tuntut Saham Ulayat PT Freeport 4 Persen, Ratusan Warga Papua Duduki Kantor Pemerintahan

Namun dia tidak ada rencana menjual saham pemerintah di Freeport. Menurutnya dengan kepemilikan saham ini pemerintah bisa menentukan kebijakan perusahaan.

“Dulu suruh bikin smelter saja berpuluh-puluh tahun, geleng-geleng terus. Sekarang ga bisa, kita sudah 51%, bikin smelter, langsung. Nyatanya saya perintah di Gresik juga langsung dimulai, karena memang pemiliknya kita sekarang,” pungkasnya.
(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1076 seconds (10.177#12.26)