RS Akademik UGM Jadi RS Rujukan COVID-19 dengan Teknologi Smart System

Selasa, 09 Juni 2020 - 21:49 WIB
loading...
RS Akademik UGM Jadi...
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, salah satu upaya peningkatan kuantitas dan kualitas layanan RS Akademik UGM sebagai RS rujukan penanganan COVID-19 adalah dengan menyelesaikan pembangunan Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira RS Akademik UGM. Fot
A A A
YOGYAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan lanjutan Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gajah Mada (UGM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sempat terhenti pada tahun 2010 dengan progres saat itu 75%.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan, pembangunan lanjutan RSA UGM dengan kapasitas total sebanyak 107 tempat tidur terbilang cepat, dilaksanakan sejak 20 April 2020 dan selesai pada 31 Mei 2020

"Ini luar biasa dalam waktu 37 hari kalender gedung dapat diselesaikan dengan anggaran Rp 66,8 miliar. Pekerjaannya tidak sederhana, sekaligus harus tetap aman dari COVID-19. Dan disaat yang sama bukan hanya menyelesaikan gedung, tetapi juga harus menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Untuk itu atas nama Pemerintah, kami berikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat," kata Mensesneg di Jakarta, Selasa (9/6/2020)

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, salah satu upaya peningkatan kuantitas dan kualitas layanan RS Akademik UGM sebagai RS rujukan penanganan COVID-19 adalah dengan menyelesaikan pembangunan Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira RS Akademik UGM.

"Penyelesaian rumah sakit tersebut merupakan bagian dari refocussing kegiatan Kementerian PUPR TA 2020 sebesar Rp1,829 triliun untuk mendukung percepatan penanganan COVID-19," katanya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan pembangunan Gedung Arjuna dan Yudhistira banyak menggunakan material non konvensional diantaranya untuk pekerjaan dinding dengan material sandwich panel yang ringan sehingga pengerjaannya jauh lebih cepat dan lebih rapi.

"Untuk ruang isolasi menggunakan teknologi smart system sejalan dengan Era Industri 4.0. Ruang isolasi tersebut dapat dimonitor dan dikontrol secara langsung maupun jarak jauh (web based) dan pelaksanaanya mengacu pada standar Kementerian Kesehatan dan standar internasional," kata Danis.

Adapun dikatakan Danis, terdapat beberapa keunggulan ruang isolasi RSA UGM yakni pengaturan Negative Pressure ruangan sampai dengan -2,5 Pa (pascal) untuk pertukaran sirkulasi udara minimal 12 ACH (Air Change per Hour), Hepa Filter yang dapat menyaring virus dan bakteri hingga besaran 0,3 mikron.

Ditambah tersedianya ruang Anter Room yaitu ruang antara berpintu ganda dangan sistem interlock untuk mencegah ruangan lain terpapar udara dari ruang isolasi, menggunakan lampu UV Germicidal yang mampu membunuh virus dan bakteri, dan CCTV disetiap ruang isolasi sehingga dapat selalu termonitor dari jarak jauh.

"Disamping itu seluruh ruang rawat dilengkapi dengan exhaust fan untuk lebih memproteksi para tenaga medis, lingkungan sekitar serta pasien yang dirawat. Besar harapan kami dengan dibangunnya Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira sebagai Rumah Sakit Rujukan COVID-19 akan mampu meningkatkan perlindungan bagi masyarakat dan juga meningkatkan kesiapan penanganan masyarakat yang terdampak COVID-19," ujar Danis.

Rektor UGM Panut Mulyono mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas selesainya pembangunan lanjutan gedung Arjuna dan Yudhistira RSA UGM. "InsyaAllah pada hari Kamis (11/6/2020), setelah kita lakukan sterilisasi, maka gedung ini akan segera kita operasikan. Kehadiran RSA UGM menjadi sebuah kebanggaan sekaligus harapan bagi seluruh masyarakat DIY. RS yang berfungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan secara terpadu, selaras dengan prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi," kata Panut.

Penyelesaian pembangunan lanjutan RS Akademik UGM dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Badan Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi DIY dengan kontraktor PT Adhi Karya dan Manajemen Konstruksi PT. Virama Karya dengan melibatkan 515 tenaga kerja. Kedua gedung tersebut telah dilengkapi transport vertikal dalam bangunan (bed lift).

Gedung Yudhistira dibangun setinggi 5 lantai dengan luas 4.177 m2 dimanfaatkan untuk fasilitas penyimpanan logistik di lantai 1, ruang Poliklinik COVID-19 di lantai 2, ruang rawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di lantai 3,4, dan 5 dengan kapasitas masing-masing 22, 24, dan 23 tempat tidur. Sementara Gedung Arjuna juga setinggi 5 lantai dengan luas 4.505 m2 untuk ruang ganti medis di lantai 2, ruang istirahat tenaga medis di lantai 3, ruang perawatan PDP dengan kapasitas 23 tempat tidur di lantai 4, dan ruang isolasi kritis dilengkapi negative pressure sebanyak 15 tempat tidur di lantai 5.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
8 Terobosan Prabowo...
8 Terobosan Prabowo Agar Warga Punya Rumah, Dulu Bayar Kini Gratis
Renovasi Gedung DPRD...
Renovasi Gedung DPRD Rusak Imbas Demo Ricuh, KemenPU Anggarkan Rp900 Miliar
Dana PU di APBN Diblokir,...
Dana PU di APBN Diblokir, Pembangunan IKN Terancam Mangkrak?
Gagal Dibangun, 2 Proyek...
Gagal Dibangun, 2 Proyek Tol Warisan Jokowi Bakal Dilelang Ulang
Lepas Jabatan Menteri...
Lepas Jabatan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono Bakal Lanjutkan Tugas Pimpin Otorita IKN
Hashim Beri Sinyal Kuat...
Hashim Beri Sinyal Kuat Fahri Hamzah Jadi Menteri Perumahan Era Prabowo
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Uji Coba MLFF Dipersiapkan Matang
Kementerian PU Diminta...
Kementerian PU Diminta Renovasi Jembatan Horor di Perbatasan Sidoarjo–Mojokerto
Anak Buah Terjaring...
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menteri PU: Saya akan Evaluasi Seluruh Pejabat
Rekomendasi
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
Mampu Bersaing dengan...
Mampu Bersaing dengan AS, 9 Negara yang Antre Jadi Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved