BI Sebut Inflasi Sulsel Sepanjang Tahun 2021 Relatif Terkendali
Selasa, 04 Januari 2022 - 09:01 WIB
loading...
Harga telur di Pasar Pabaeng-baeng naik sejak momen natal dan tahun baru. Foto/Muchtamir Zaide
A
A
A
MAKASSAR - Bank Indonesia (BI) menilai inflasi Sulawesi Selatan (Sulsel) sepanjang tahun 2021 relatif terkendali, yaitu tercatat di angka 2,40% year on year (yoy). Angka tersebut masih berada dalam sasaran inflasi nasional pada tahun 2021 yang sebesar 3% plus minus 1%.
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Causa Iman Karana menguraikan inflasi terjadi di seluruh kelompok pengeluaran, terutama kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau; Transportasi; dan Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga.
Menurut Causa, kenaikan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan konsumsi masyarakat seiring perayaan natal dan momen pergantian tahun.
"Komoditas penyumbang inflasi utama di antaranya adalah cabai rawit, minyak goreng, dan cabai merah. Harga minyak goreng meningkat seiring dengan tren peningkatan harga Crude Palm Oil (CPO) dunia yang masih berlanjut di bulan Desember 2021," jelas Causa.
Baca Juga: Di Tengah Tekanan Global, Inflasi Indonesia Relatif Terkendali
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Causa Iman Karana menguraikan inflasi terjadi di seluruh kelompok pengeluaran, terutama kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau; Transportasi; dan Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga.
Menurut Causa, kenaikan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan konsumsi masyarakat seiring perayaan natal dan momen pergantian tahun.
"Komoditas penyumbang inflasi utama di antaranya adalah cabai rawit, minyak goreng, dan cabai merah. Harga minyak goreng meningkat seiring dengan tren peningkatan harga Crude Palm Oil (CPO) dunia yang masih berlanjut di bulan Desember 2021," jelas Causa.
Baca Juga: Di Tengah Tekanan Global, Inflasi Indonesia Relatif Terkendali
Lihat Juga :