Giliran Filipina Minta Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batu Bara
Senin, 10 Januari 2022 - 15:59 WIB
loading...
A
A
A
Untuk diketahui, negara pertama yang melayangkan protes adalah Jepang. Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji meminta menteri ESDM mencabut larangan ekspor ini karena sejumlah pembangkit listrik dan manufaktur Jepang masih mengandalkan pasokan batu bara dari Indonesia. Jumlahnya sekitar 2 juta ton per bulan.
"Larangan ekspor yang tiba-tiba berdampak serius pada aktivitas ekonomi Jepang dan kehidupan sehari-hari. Kami membutuhkan listrik yang cukup di musim dingin. Saya meminta agar larangan ini dicabut untuk Jepang," ujarnya dalam dokumen resmi.
Baca Juga: Viral Cekcok di Tol Tangerang Berujung Pecahkan Kaca Mobil
Jepang menawarkan alternatif agar pemerintah Indonesia tetap membuka ekspor batu bara jenis High Calorific Value (HCV). Jepang kebanyakan mengimpor batu bara HCV dibandingkan Low Calorific Value (LCV) yang digunakan pembangkit PLN.
Selanjutnya adalah Korea Selatan, dimana Menteri Perdagangan Korea Selatan Yeo Han-koo menyampaikan langsung kerisauannya kepada Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi terkait kebijakan ini. "Menteri Perdagangan Yeo menyampaikan kekhawatiran pemerintah atas larangan ekspor batu bara Indonsia dan sangat meminta kerja sama dari Pemerintah Indonesia untuk memulai kembali pengiriman baru bara," demikian keterangan resmi Pemerintah Korsel yang dikutip dari Yonhap News Agency.
"Larangan ekspor yang tiba-tiba berdampak serius pada aktivitas ekonomi Jepang dan kehidupan sehari-hari. Kami membutuhkan listrik yang cukup di musim dingin. Saya meminta agar larangan ini dicabut untuk Jepang," ujarnya dalam dokumen resmi.
Baca Juga: Viral Cekcok di Tol Tangerang Berujung Pecahkan Kaca Mobil
Jepang menawarkan alternatif agar pemerintah Indonesia tetap membuka ekspor batu bara jenis High Calorific Value (HCV). Jepang kebanyakan mengimpor batu bara HCV dibandingkan Low Calorific Value (LCV) yang digunakan pembangkit PLN.
Selanjutnya adalah Korea Selatan, dimana Menteri Perdagangan Korea Selatan Yeo Han-koo menyampaikan langsung kerisauannya kepada Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi terkait kebijakan ini. "Menteri Perdagangan Yeo menyampaikan kekhawatiran pemerintah atas larangan ekspor batu bara Indonsia dan sangat meminta kerja sama dari Pemerintah Indonesia untuk memulai kembali pengiriman baru bara," demikian keterangan resmi Pemerintah Korsel yang dikutip dari Yonhap News Agency.
(fai)
Lihat Juga :