10 Restoran Termahal di Dunia, Per Orang Harus Rogoh Puluhan Juta
Senin, 10 Januari 2022 - 17:55 WIB
loading...
A
A
A

Mereka menyajikan rebung dan kerapu di musim semi, hamo pike di musim panas, jamur matsutake di musim gugur, dan kepiting salju dan ikan buntal di bulan-bulan musim dingin.
9. Guy Savoy, Paris, France -USD615 senilai Rp8.786,683
Guy Savoy di Paris menyuguhkan pemandangan yang sedap dipandang mata, mulai dari hidangan berwarna-wani hingga seni rupa kontemporer yang menghiasi dinding enam ruangan. Olops busa dan bunga musim semi menarik perhatian, memberikan pengunjung pengalaman di sungai Seine.

10. Piazza Duomo, Alba, Italy -USD580 setara Rp8.286.628 (Kurs Rp14.287/USD)
Sebagai restoran Italia pertama dalam daftar, Piazza Duomo menggabungkan hidangan prancis yang dikombinasikan dengan rasa Italia. Restoran ini mempunyai taman "biodinamik" sendiri, memastikan sayuran dan hanya melakukan perjalanan jarak pendek sebelum mendarat di piring para konsumen.

Terletak di wilayah Piedmont, Piazza Duomo menetapkan standar tinggi masakan lokal, sebagai duta kepada dunia untuk masakan Italia.
* Harga yang tertera dalam daftar di atas biasanya untuk per orang dan kebanyakan tidak termasuk minuman dan biaya layanan.
Baca Juga: Harta 10 Orang Terkaya di Bumi Bertambah Rp5.716 Triliun, Cek Siapa Paling Banyak
Jepang menjadi satu-satunya negara yang muncul lebih dari sekali dalam daftar ini, dan restorannya -yang terletak di Kyoto dan Tokyo- mendominasi setengah dari 10 tempat. Perlu dicatat, bagaimanapun, bahwa Joel Robuchon yang berbasis di Tokyo dan bertengger pada posisi No. 6 dalam daftar, menyajikan masakan Prancis.
Sedangkan satu-satunya restoran Amerika Serikat yang masuk 10 besar, Masa juga merupakan restoran Jepang. Diterangkan Jepang adalah rumah bagi restoran Michelin terbanyak di dunia, dengan Tokyo memiliki lebih banyak restoran berbintang Michelin daripada kota lain, menurut Chef's Pencil.
Mengapa Restoran Jepang Bisa Sangat Mahal
Banyak alasan mengapa banyak restoran Jepang mematok harga mahal, kata Chef Masaharu Morimoto, yang dikenal jutaan orang sebagai bintang acara memasak televisi Iron Chef dan Iron Chef America. "Restoran Jepang memakai sumber ikan musiman dari seluruh dunia, yang meningkatkan biaya bahan-bahan," katanya.
"Ada juga biaya pengiriman dan penyimpanan yang tepat untuk bahan-bahan ini, mengingat makanan laut segar memiliki umur simpan yang pendek," jelasnya.
Morimoto mengatakan "keterampilan yang dimiliki koki –ketepatan dan kesenian dalam membuat dan menyajikan hidangan," adalah faktor lain. Restoran Jepang juga bisa sangat kecil, dengan pengunjung menerima perhatian lebih dari sang chef
"Restoran dengan jumlah kursi terbatas biasanya mencoba memberikan pengalaman makanan yang intim dan bermakna bagi tamu mereka," kata Morimoto. "Banyak restoran sushi terkenal memiliki maksimal delapan kursi – tidak ada server atau staf tambahan."
(akr)
Lihat Juga :