Pengusaha Pribumi Buka Suara Soal Wacana Penundaan Pilpres 2024
Selasa, 11 Januari 2022 - 23:49 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bahlil Ingin Pemilu 2024 Diundur, Istana Tegaskan Bukan Sikap Presiden Jokowi
Dia menyebut pelaku usaha saat ini baru mulai merangkak dari keterpurukan sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Pasalnya, hampir dua tahun dunia usaha merasakan tekanan yang luar biasa di mana hal itu membuat arus kas sangat sekarat. "Tidak sedikit yang melakukan PHK, merumahkan karyawan, bahkan banyak pelaku UMKM yang harus tutup," tukasnya.
Ketika saat ini pemerintah membuka ruang kelonggaran yang lebih luas, geliat ekonomi mulai bangkit, dan tentunya pelaku usaha sangat mengharapkan agar kondisi ini tetap terjaga.
Menurut dia, jika dalam kondisi seperti ini persiapan atau tahapan Pilpres 2024 sudah akan dimulai, konsentrasi pemerintah akan terbagi dua yakni antara persiapan Pilpres dan pemulihan ekonomi. "Jika hal ini terjadi tentu akan memperlambat proses pemulihan ekonomi nasional," cetusnya.
Selain itu, Sarman menilai, jika warga negara sudah memasuki tahapan Pemilu, maka akan sulit menghindari terjadinya kerumunan massa. Terlebih sangat berpotensi menjadi kluster penularan Covid-19.
Dia menyebut pelaku usaha saat ini baru mulai merangkak dari keterpurukan sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Pasalnya, hampir dua tahun dunia usaha merasakan tekanan yang luar biasa di mana hal itu membuat arus kas sangat sekarat. "Tidak sedikit yang melakukan PHK, merumahkan karyawan, bahkan banyak pelaku UMKM yang harus tutup," tukasnya.
Ketika saat ini pemerintah membuka ruang kelonggaran yang lebih luas, geliat ekonomi mulai bangkit, dan tentunya pelaku usaha sangat mengharapkan agar kondisi ini tetap terjaga.
Menurut dia, jika dalam kondisi seperti ini persiapan atau tahapan Pilpres 2024 sudah akan dimulai, konsentrasi pemerintah akan terbagi dua yakni antara persiapan Pilpres dan pemulihan ekonomi. "Jika hal ini terjadi tentu akan memperlambat proses pemulihan ekonomi nasional," cetusnya.
Selain itu, Sarman menilai, jika warga negara sudah memasuki tahapan Pemilu, maka akan sulit menghindari terjadinya kerumunan massa. Terlebih sangat berpotensi menjadi kluster penularan Covid-19.
Lihat Juga :