Banyak Utang, Miliarder Raja Judi asal Malaysia Ini Diambang Kebangkrutan
Jum'at, 14 Januari 2022 - 10:57 WIB
loading...
Tan Sri Lim Kok Thay, Raja Judi dan miliarder Tionghoa Malaysia. FOTO/Forbes
A
A
A
JAKARTA - Pengusaha kapal pesiar juga raja judi asal Malaysia Lim Kok Thay diambang kebangkrutan akibat gagal bayar utang terdampak pandemi Covid-19. Lim mengajukan bangkrut setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Jerman untuk mendukung pembiayaan tambahan usaha kapal pesiar yang sedang dibangun Genting Hong Kong.
Genting Hong Kong Ltd. perusahaan bergerak di sektor pelayaran dan resor. Genting Hong Kong susah payah mencari pembiayaan tambahan untuk menuntaskan pembangunan kapal pesiar sepanjang 342 meter yang dijuluki Global Dream, yang dapat menampung sebanyak 9.500 penumpang.
Sementara perjanjian dijamin dengan kreditur pada Juni 2021, Euler Hermes, agen asuransi kredit ekspor pemerintah Jerman, menolak untuk mengonfirmasi cakupan asuransi untuk fasilitas pendanaan, mencegah kreditur mencairkan pinjaman pada bulan Desember, operator Star Cruises mengatakan dalam peraturan pengajuan pada hari Senin.
"Perusahaan memahami bahwa penolakan Euler Hermes didasarkan pada tinjauan bisnis ke dalam prospek lima tahun grup yang disiapkan atas permintaan Euler Hermes yang mempertimbangkan berbagai skenario stres yang memengaruhi grup, termasuk pengurangan aktivitas bisnis yang terus-menerus dan berkelanjutan sebagai akibat Covid-19," kata Genting Hong Kong seperti dilansir Forbes, Jumat (14/1/2022).
"Tinjauan bisnis semacam itu bukan merupakan prasyarat untuk pertanggungan asuransi Euler Hermes berdasarkan perjanjian pembiayaan," tambahnya.
Genting Hong Kong Ltd. perusahaan bergerak di sektor pelayaran dan resor. Genting Hong Kong susah payah mencari pembiayaan tambahan untuk menuntaskan pembangunan kapal pesiar sepanjang 342 meter yang dijuluki Global Dream, yang dapat menampung sebanyak 9.500 penumpang.
Sementara perjanjian dijamin dengan kreditur pada Juni 2021, Euler Hermes, agen asuransi kredit ekspor pemerintah Jerman, menolak untuk mengonfirmasi cakupan asuransi untuk fasilitas pendanaan, mencegah kreditur mencairkan pinjaman pada bulan Desember, operator Star Cruises mengatakan dalam peraturan pengajuan pada hari Senin.
"Perusahaan memahami bahwa penolakan Euler Hermes didasarkan pada tinjauan bisnis ke dalam prospek lima tahun grup yang disiapkan atas permintaan Euler Hermes yang mempertimbangkan berbagai skenario stres yang memengaruhi grup, termasuk pengurangan aktivitas bisnis yang terus-menerus dan berkelanjutan sebagai akibat Covid-19," kata Genting Hong Kong seperti dilansir Forbes, Jumat (14/1/2022).
"Tinjauan bisnis semacam itu bukan merupakan prasyarat untuk pertanggungan asuransi Euler Hermes berdasarkan perjanjian pembiayaan," tambahnya.
Lihat Juga :