Wangi Kopi Indonesia Sampai ke Arab Saudi, 12 Ton Mendarat di Riyadh

Jum'at, 21 Januari 2022 - 23:18 WIB
loading...
Wangi Kopi Indonesia Sampai ke Arab Saudi, 12 Ton Mendarat di Riyadh
Duta Besar RI, DR. Abdul Aziz Ahmad menyaksikan secara langsung kedatangan 12 ton biji kopi Indonesia berjenis Arabica Jawa Blawan yang diimpor oleh perusahaan Black Stamp Coffee & Roastery di Riyadh, Arab Saudi. Foto/Dok
A A A
RIYADH - Duta Besar RI, DR. Abdul Aziz Ahmad menyaksikan secara langsung kedatangan 12 ton biji kopi Indonesia berjenis Arabica Jawa Blawan yang diimpor oleh perusahaan Black Stamp Coffee & Roastery di Riyadh, Arab Saudi. Biji kopi tersebut adalah hasil dari PT Perkebunan Nusantara XII di Jawa Timur.

Pemilik Black Stamp Coffee & Roastery, Ali Khaled Al-Duhaim menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus mengimpor biji kopi premium dari Indonesia, mengingat adanya peningkatan animo konsumen kopi di Arab Saudi terhadap kopi asal Indonesia. Namun demikian harga kopi Indonesia harus dapat diupayakan sekompetitif mungkin dan dengan kualitas yang tetap terjaga.

Saat ini pesaing kopi Indonesia di Arab Saudi antara lain berasal dari Ethiopia, Rwanda, Brazil, Kostarika dan Ghana. Baca Juga:Dorong Ekosistem di Tanah Air, Erick Thohir Bentuk PMO Kopi Nusantara

“KBRI akan terus lakukan promosi kopi di Arab Saudi, baik melalui keikutsertaan pada pameran dagang maupun rangkaian promosi mandiri yang telah dilakukan KBRI selama 2 tahun terakhir ini, “ ujar Abdul Aziz Ahmad sebagaimana dikutip di laman KBRI Riyadh, Jumat (21/1/2022).

Dari data statistik trademap.org, ekspor kopi Indonesia ke Arab Saudi dari tahun 2016-2020 tercatat terus mengalami peningkatan. Menurutnya, potensi pasar kopi Indonesia di Arab Saudi masih dapat ditingkatkan, mengingat nilai impor kopi Arab Saudi di tahun 2020 senilai USD281,4juta setara dengan Rp4,02 Triliun (Kurs Rp14.289 per USD).

Baca Juga: Teten Masduki Beberkan Kendala Produksi Kopi Nusantara



“Dari semula hanya senilai USD102 ribu di tahun 2016, menjadi USD1.635 juta di tahun 2020 atau dalam kurun waktu 4 tahun rerata naik sekitar 203,5%,” ungkapnya.

(akr)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2610 seconds (11.210#12.26)