Selain Lapindo, Harta Karun Super Langka Ada di Daerah Ini
Sabtu, 22 Januari 2022 - 09:49 WIB
loading...
Harta karun super langka di sepanjang jalur timah RI. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Harta karun super langka ternyata tidak hanya berada di cebakan lumpur Lapindo , Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Rare earth atau logam tanah jarang juga tersebar di sejumlah titik di wilayah Indonesia. Di Indonesia, mineral tanah jarang yang telah diusahakan terdapat di sepanjang jalur timah dan Kalimantan.
Mineral tanah jarang di Kalimantan Barat terdapat berasosiasi dengan cebakan uranium. Zirkon di Kalimantan sebagai mineral ikutan endapan emas aluvial. Pada jalur timah mineral tanah jarang umum dijumpai berupa monasit, xenotim dan zirkon, yang pada pengolahan secara gravitasi, magnetik dan elektrostatik akan terpisah sebagai produk sampingan dari pengolahan timah.
Baca Juga: Harta Karun Super Langka Ada di Lumpur Lapindo, Kini Diburu Dunia
Dikutip dari Pusat Sumber Daya Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) unsur logam tanah jarang terdapat di daerah penghasil timah utama meliputi Bangka, Belitung, Kundur dan Kampar.
Tambang yang menghasilkan mineral tanah jarang, selama ini dilakukan dengan cara tambang terbuka. Mineral tanah jarang ditambang secara open pit, sedangkan yang umumnya berasal dari proses pengolahan mineral berat tersebut mempunyai kadar oksida tanah jarang 55–65%. Di daerah Bangka Tengah, monasit diperoleh dari pemisahan pasir timah.
Mineral tanah jarang di Kalimantan Barat terdapat berasosiasi dengan cebakan uranium. Zirkon di Kalimantan sebagai mineral ikutan endapan emas aluvial. Pada jalur timah mineral tanah jarang umum dijumpai berupa monasit, xenotim dan zirkon, yang pada pengolahan secara gravitasi, magnetik dan elektrostatik akan terpisah sebagai produk sampingan dari pengolahan timah.
Baca Juga: Harta Karun Super Langka Ada di Lumpur Lapindo, Kini Diburu Dunia
Dikutip dari Pusat Sumber Daya Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) unsur logam tanah jarang terdapat di daerah penghasil timah utama meliputi Bangka, Belitung, Kundur dan Kampar.
Tambang yang menghasilkan mineral tanah jarang, selama ini dilakukan dengan cara tambang terbuka. Mineral tanah jarang ditambang secara open pit, sedangkan yang umumnya berasal dari proses pengolahan mineral berat tersebut mempunyai kadar oksida tanah jarang 55–65%. Di daerah Bangka Tengah, monasit diperoleh dari pemisahan pasir timah.
Lihat Juga :