Lagi-lagi China, Sang Penguasa Rare Earth Harta Karun Super Langka di Dunia

Sabtu, 22 Januari 2022 - 20:00 WIB
loading...
Lagi-lagi China, Sang...
Penambang tanah jarang China. FOTO/REUTERS
A A A
JAKARTA - Logam tanah jarang atau rare earth menjadi harta karun yang sangat langka diburu dunia untuk membuat baterai kendaraan listrik hingga senjata militer . Mengutip dari Pusat Sumber Daya Geologi, Kementerian ESDM, China sebagai penghasil logam tanah jarang terbesar di dunia disusul Amerika Serikat (AS), Australia dan India.

Unsur tanah jarang di China dan Amerika Serikat terdapat pada bastnaesit merupakan komponen sumber daya terbesar dunia. China merupakan produsen utama logam tanah jarang di dunia. Tahun 2005, China mampu memproduksi 43.000.000 ton. Kapasitas produksi ini merupakan 50% dari produksi logam tanah jarang dunia.

Selanjutnya, dengan produksi logam tanah jarang yang besar tersebut, China mampu mendorong pertumbuhan teknologi industri secara pesat. Kemudian mulai mendirikan industri elektronik nasional yang dapat bersaing dengan industri elektronik luar dengan kemampuannya menggunakan material logam tanah jarang.

Baca Juga: Karl Axel Arrhenius, Penemu Pertama Kali Rare Earth Harta Karun di Lumpur Lapindo

Saat ini, China tidak hanya menguasai pasar barang elektronik, tetapi hampir semua jenis produk industri dengan harga yang sangat kompetitif, seperti industri baja, otomotif dan manufaktur lainnya. Kebutuhan Amerika akan tanah jarang tidak tercukupi oleh produksi dalam negerinya, sehingga masih memerlukan juga impor, di mana penggunaan logam tanah jarang meningkat pada komponen untuk pertahanan seperti mesin jet pesawat tempur dan pesawat terbang komersial, sistem senjata rudal, elektronik, pendeteksi bawah laut, pertahanan antirudal, alat pelacak, pembangkit energi pada satelit, dan komunikasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Rekomendasi
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
Berita Terkini
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
M2P Fintech Dorong Industri...
M2P Fintech Dorong Industri Keuangan Perkuat Sistem Anti-Fraud Berbasis AI
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved