Harga Minyak Bakal Mendidih Seiring Memanasnya Eropa Timur dan Timur Tengah
Senin, 24 Januari 2022 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
Masih dari Timur Tengah, kepatuhan produksi negara produsen minyak OPEC beserta sekutunya dilaporkan naik menjadi sekitar 122% pada bulan Desember. Data tersebut mengindikasikan bahwa beberapa negara anggota OPEC+ seperti Nigeria dan Angola masih terus berjuang untuk meningkatkan produksinya.
Berita itu yang sekaligus menguatkan pernyataan yang dilontarkan sebelumnya dari International Energy Agency (IEA) bahwa produksi yang dicapai OPEC+ pada bulan Desember lebih rendah 790.000 bph dari kuota yang disepakati.
Baca juga: IPW Desak Propam Periksa Patroli Komando di Pengeroyokan Kakek 89 Tahun
"Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran resistance di Rp1.240.000 - Rp1.260.000 per barel serta kisaran support di Rp1.200.000 - Rp1.180.000 per barel," jelas Girta.
Berita itu yang sekaligus menguatkan pernyataan yang dilontarkan sebelumnya dari International Energy Agency (IEA) bahwa produksi yang dicapai OPEC+ pada bulan Desember lebih rendah 790.000 bph dari kuota yang disepakati.
Baca juga: IPW Desak Propam Periksa Patroli Komando di Pengeroyokan Kakek 89 Tahun
"Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran resistance di Rp1.240.000 - Rp1.260.000 per barel serta kisaran support di Rp1.200.000 - Rp1.180.000 per barel," jelas Girta.
(uka)
Lihat Juga :