Turunkan Harga Minyak Goreng Ini Saran Asosiasi Petani Sawit

Rabu, 02 Februari 2022 - 13:22 WIB
loading...
Turunkan Harga Minyak...
Asosiasi petani sawit memberikan sejumlah saran untuk menekan harga minyak goreng. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harga minyak goreng di pasaran masih belum tinggi. Padahal, pemerintah sudah menerapkan berbagai kebijakan seperti DMO, DPO hingga mematok harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng menjadi Rp11.500 per liter untuk jenis curah, Rp13.500 kemasan sederhana, dan Rp14.000 jenis premium.

Baca juga: Stok Lama Bikin Pedagang Jual Mahal Minyak Goreng, Kemendag: Tukar Saja!

Ketua Umum Asosiasi Petani Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Me Manurung mengusulkan sejumlah saran agar harga minyak goreng bisa kembali normal. Misalnya, dengan memberikan subsidi minyak goreng hanya untuk jenis curah dan kemasan sederhana.

"Ngapain kita subsidi minyak goreng semuanya. Kami sarankan 20% DMO itu untuk minyak curah dan kemasan sederhana saja, yang premium dilepas dengan harga pasar," ujar Gulat dalam IDX Channel Market Review, Rabu (2/2/2022).

Dengan langkah ini, lanjutnya, memang ada kemungkinan masyarakat yang biasa membeli minyak goreng kemasan premium beralih mengkonsumsi minyak goreng kemasan sederhana atau bahkan curah.

"Tapi jumlahnya sedikitlah, enggak sampai 10%. Orang-orang kaya kalau disuruh beli yang curah pasti enggak mau," katanya.

Kemudian, menurutnya, kemasan minyak goreng sederhana juga bisa dilabeli sedemikian rupa agar masyarakat menengah ke atas lebih tertarik membeli minyak goreng premium.



Selain itu, pemerintah juga disarankan menggunakan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk 'menambal' selisih HET minyak goreng dengan harga minyak goreng yang ada di pasaran. Solusi ini tidak akan membebani APBN karena dana ini berasal dari urunan stakeholder di bidang industri kelapa sawit.

"Jadi nanti tinggal diberi payung hukumnya saja," katanya.

Kemudian, pemerintah juga bisa menaikkan nilai pajak pungutan ekspor kepada produsen minyak goreng. Dengan langkah ini, diyakini produsen minyak goreng akan lebih tertarik menjual produknya di dalam negeri.

Baca juga: Gaji Menggiurkan Tentara Bayaran, Siap Perang di Mana Pun dan Berani Mati

"Begitu saja, karena industri kelapa sawit ini melibatkan 21 juta orang petani, 42% dikelola langsung oleh petani, sangat repot kalau kita enggak tegas. Kecuali DMO dan DPOnya siap dan sudah ada alternatif," katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Petani Sawit Respons...
Petani Sawit Respons Ekspor Satu Pintu: Stabilitas Rantai Pasok Harus Jadi Prioritas
Petani Sawit Apresiasi...
Petani Sawit Apresiasi PKS Taat HPP di Tengah Anjloknya Harga TBS
Rencana Ekspor Sawit...
Rencana Ekspor Sawit melalui BUMN, POPSI: Jangan Mengulang Kesalahan BPPC
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Rekomendasi
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved