Sinergi BUMN, Perusahaan Pelat Merah Kompakan Godok Program Dekarbonisasi

Rabu, 02 Februari 2022 - 21:41 WIB
loading...
Sinergi BUMN, Perusahaan...
Wamen BUMN I Pahala Nugraha Mansury (dua kiri). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian BUMN mendorong perusahaan pelat merah untuk menjadi yang terdepan dalam penerapan dekarbonisasi di Tanah Air. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dekarbonisasi oleh sejumlah BUMN pada hari ini.

Adapun BUMN yang terlibat di antaranya PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Perum Perhutani, PT Semen Indonesia Tbk, PT Pupuk Indonesia (Persero), MIND ID, Holding Perkebunan Nudantara atau PTPN III (Persero), dan EMI.

Wakil Menteri (Wamen) BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan, perseroan negara yang terlibat dalam kolaborasi dekabronisasi tersebut merupakan BUMN penghasil emisi dan memiliki potensi nature-based solutions.

"Ini adalah merupakan BUMN yang kita lihat memang berpotensi untuk bisa bersinergi dan juga merupakan BUMN yang mungkin selama ini, satu sisi kita kenal sebagai penghasil emisi, tetapi juga ada yang potensi nature-based solutions, khususnya dalam hal ini Perhutani dan juga PTPN III," ujarnya di sela penandatangan MoU Dekarbonisasi di Kementerian BUMN, Rabu (2/2/2022).

Baca juga: 3 Negara Penghasil Karbon Dioksida Terbanyak di Planet Bumi

Menurut Pahala, pada 2021 lalu Kementerian BUMN melakukan beberapa inisatif termasuk menggodok Project Management Office (PMO) yang secara khusus mengoordinasikan tujuh BUMN yang terlibat dalam program dekarbonisasi.

"Kita berharap, tentunya menjadi follow up daripada PMO penerapan dekarbonisasi tersebut, kita pada hari ini melakukan perjanjian kerja sama dan di dalam PMO tersebut di tahun 2021," paparnya.

Kementerian BUMN, lanjut Pahala, pada 2021 lalu telah mengidentifikasi sejumlah hal yang terkait dengan dekabronisasi. Dua temuan di antaranya yaitu perlunya inisiatif untuk bisa menurunkan emisi secara end-to-end atau dari hulu ke hilir.

Terutama melalui efisiensi energi migrasi ataupun perubahan dari jenis energi yang mungkin memiliki emisi yang lebih tinggi menuju emisi yang lebih rendah. Lalu, pengembangan usaha lini bisnis yang mungkin akan bisa menjadi pendorong untuk menurunkan emisi.

"Misalnya pengembangan ekosistem kendaraan listrik, atau pun juga bagaimana kita mengembangkan klaster green industry, atau pun juga kita mengembangkan geothermal dan energi baru terbarukan," urainya.

Baca juga: Hilirisasi Batu Bara Potensial Jadi Energi Alternatif Masa Depan

Direktur Utama BKI Rudiyanto Rudiyanto menyatakan, kolaborasi sejumlah BUMN dilakukan untuk mewujudkan komitmen pemerintah Indonesia dalam mencapai net zero carbon emission pada 2060 dan mendukung pembangunan rendah karbon.

Langkah itu sesuai dengan Paris Agreement untuk target pengurangan emisi gas rumah kaca berbasis national determined contribution hingga 29%, sebagaimana yang telah disampaikan dalam United Nation Clmate Change Conference (COP) 26 pada 2021 lalu.

"Kami meyakini bahwa BUMN sebagai pendukung utama dan penggerak ekonomi nasional berperan penting dalam pengembangan pembangunan rendah karbon sehingga dapat menumbuhkan investasi pada kegiatan ekonomi hijau untuk pembangunan yang berkelanjutan," ucapnya.

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2021, kata Rudiyanto, telah diatur tentang nilai ekonomi karbon. Di mana, dapat dimanfaatkan dalam sebuah ekosistem ekonomi hijau dengan menentukan penyelenggaraan nilai ekonomi karbon untuk pencapaian target kontribusi yang ditetapkan secara nasional dan pengendalian emisi gas rumah kaca dalam pembangunan nasional.



Hal ini tentu akan menjadi dasar fundamental bagi Kementerian BUMN dalam melaksanakan berbagai aspirasi guna mendukung komitmen pemerintah. seperti menekan laju deforestrasi, pengurangan emisi atau solusi rendah karbon, pengembangan ekosistem ekonomi hijau hingga pemanfaatan nilai ekonomi karbon.

"Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendukung program pemerintah di mana untuk mencapai target 2030 dan 2060 diperlukan adanya akselerasi ekonomi hijau dengan membentuk pasar karbon di Indonesia," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
Rekomendasi
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Spesifikasi Fregat Merah...
Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved