Dorong Kesejahteraan Petani, Ekosistem Resi Gudang Dibangun dari Hulu ke Hilir

Senin, 07 Februari 2022 - 13:15 WIB
loading...
Dorong Kesejahteraan...
Direkrtur Utama KBI Fajar Wibhiyadi. FOTO/KBI
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir meminta BUMN ikut mensejahterakan masyarakat khususnya para petani dengan membangun ekosistem dari hulu ke hilir untuk berbagai komoditas. BUMN saat ini memegang sepertiga ekonomi Indonesia, dan diharapkan menjadi kapal induk untuk membangun keseimbangan ekonomi.

Direkrtur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengatakan KBI diberikan tugas sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang. Selama 15 tahun Sistem Resi Gudang berjalan pihaknya terus mengembangkan ekosistem turut mensejahterakan petani.

"Seperti kita tahu, harga komoditas akan cenderung mengalami penurunan pada saat panen. Dengan memanfaatkan Sistem Resi Gudang, petani dapat melakukan tunda jual sambil menunggu pergerakan harga," kata dia melalui pernyataan resmi, Senin (7/2/2022).

Baca Juga: Perdana, Resi Gudang Beras Dimanfaatkan di Karawang

Menurut dia dalam membangun ekosistem di hilir, KBI juga terus mengajak lembaga pembiayaan untuk masuk membiayai resi gudang. Hal ini dikarenakan petani bisa menjadikan resi gudang yang dimiliki sebagai jaminan mendapatkan pembiayaan dari lembaga pembiayaan untuk kelangsungan usahanya.

"Selain itu, melalui anak usaha, kami juga mengembangkan ekosistem resi gudang di hilir dengan melakukan kerjasama tentang Repurchase Order dengan berbagai pihak, serta menjalin kerjasama dengan para offtaker" kata dia.

Sistem Resi Gudang sendiri merupakan kegiatan yang berkaitan dengan penerbitan, pengalihan, penjaminan dan penyelesaian transaksi Resi Gudang. Sedangkan Resi Gudang, adalah dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di Gudang yang diterbitkan oleh Pengelola Gudang.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2021 yang merupakan Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33 Tahun 2020 tentang Barang dan Persyaratan Barang yang dapat Disimpan dalam Sistem Resi Gudang, komoditas yang dapat masuk ke Sistem Resi Gudang meliputi Beras, Gabah, Jagung, Kopi, Kakao, Karet, Garam, Lada, Pala, Ikan, Bawang Merah, Rotan, Kopra, Teh, Rumput Laut, Gambir, Timah, Gula Putih Kristal, Kedelai serta Ayam Karkas Beku.

Terkait pemanfaatan Resi Gudang, data KBI menyebutkan, dari sisi jumlah registrasi sepanjang tahun 2021 resi gudang yang di registrasi mencapai 633, naik 48 % dibandingkan jumlah resi gudang yang diregistrasi tahun 2020 yaitu sebanyak 427. Sepanjang tahun 2021 juga terjadi kenaikan volume barang sebesar 46 %, dari 9.590 Ton di tahun 2020 menjadi 13.968 Ton. Sedangkan dari sisi pembiayaan, terjadi peningkatan sebesar 195 % dari Rp93,8 milliar menjadi Rp277,395 miliar.

Baca Juga: Tumbuh Pesat, Registrasi Resi Gudang Meningkat 48% di 2021

Fajar menambahakan pemanfaatan Resi Gudang akan terus mengalami peningkatan dalam waktu-waktu mendatang. Potensi itu ada baik dari sisi jumlah petani maupun komoditas yang ada di Indonesia. Data BPS tahun 2021 menunjukan jumlah petani Indonesia mencapai 38,7 Juta jiwa.

Hal itu menjadi pekerjaan rumah untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para petani tersebut tentang sistem resi gudang. Dengan memanfaatkan resi gudang, pada akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani tersebut.

"Sedangkan dari sisi KBI, kami terus mengembangkan sistem registrasi untuk memberikan kemudahan bagi para petani melakukan registrasi resi gudangnya. Saat ini kami memiliki aplikasi IS-Ware NextGen yang berbasis teknologi Blockchain dan Smart Contract, yang memberikan kemudahan dan keamanan bagi petani untuk melakukan registrasi," kata dia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Intip Kinerja Kliring...
Intip Kinerja Kliring Berjangka Indonesia di Tengah Gejolak Global
Regenerasi Petani Kementan...
Regenerasi Petani Kementan Dipuji IFAD, Siap Ditularkan ke Negara Lain
HIPKI dan APKI Tanda...
HIPKI dan APKI Tanda Tangani MoU Dukung Hilirisasi Kelapa Indonesia
Bulog Diminta Ikuti...
Bulog Diminta Ikuti Arahan Prabowo, Serap Gabah Petani Langsung
Meningkatkan Pendapatan...
Meningkatkan Pendapatan Lebih dari 166 Ribu Petani lewat Program Makmur
Wilmar Raih Penghargaan...
Wilmar Raih Penghargaan ISPO dari Kementan, Berhasil Bina Pekebun Swadaya
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Diperiksa Polda Metro...
Diperiksa Polda Metro Jaya, Pelapor Feri Amsari Dicecar 20 Pertanyaan
MBG Dinilai Jadi Motor...
MBG Dinilai Jadi Motor Ekonomi Lokal dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Rekomendasi
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming ‘Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya’, Nuca Adakan '[LAGI] Sama Nuca’
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved