Ogah Dituding Raup Cuan dari Proyek IKN Nusantara, Begini Jawaban Bos Arsari Group

Selasa, 08 Februari 2022 - 16:28 WIB
loading...
Ogah Dituding Raup Cuan...
Memiliki lahan ribuan hektare dekat dengan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, Pemilik Perusahaan Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo ogah disebut ketiban untung. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemilik Perusahaan Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, tudingan yang disampaikan terkait keuntungan yang didapat dari adanya pembangunan proyek Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur tidak benar. Hashim menjelaskan, bahwa memang sudah sejak lama tepatnya tahun 2007 memilik banyak lahan di Kalimantan Timur khususnya di sekitar yang akan dibangun IKN seperti kota Balikpapan dan Samarinda.

Baca Juga: KSP: Pemindahan IKN Wujud Keseriusan Indonesia Hadapi Pemanasan Global

Pada tahun 2007 tersebut Hashim membeli HPH (Hak Penguasaan Hutan) seluas 266.000 hektare, tahun 2013 Hashim mengaku melepaskan seluas 93.000 hektare untuk masyarakat setempat berupa HPL. "Berarti masyarakat bisa pakai boleh seperlunya, tentu dengan seizin dari kepala daerah, ada 3 bupati di wilayah saya," ujar Hashim dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (8/2/2022).

Sedangkan saat ini Hashim memiliki lahan seluas 173.000 hektare kurang lebih berupa HPH (Hak Pengusahaan Hutan) dan 447 berupa HGB (Hak Guna Bangunan). Lahan tersebut dimilik atas perusahaan ITCI KU (International Timber Corporation Indonesia Kartika Utama).

Menurutnya lahan tersebut hanya sedikit yang beririsan dengan IKN. Walaupun ada beberapa yang berada di daerah penyangga IKN. Namun untuk lahan yang akan dilakukan pembangunan IKN menurut Hashim lahannya banyak di kuasai oleh ICTI HM (Hutani Manunggal).

"Ada sedikit di daerah penyangga, mungkin yang harus ditanyakan adalah pemiliki ICTI HM karena hampir semuanya ibu kota baru akan dibangun dilahan beliau, saya kira lebih tepat terkait penggunaan lahan atau rencana penggunaan lahan itu tanya ke pemilik perusahan ICTI HM," sambungnya.

Hashim mengatakan, tidak ada rencana untuk menjual dan memberikan lahanya kepada pemerintah terkait tudingan pemilikan lahan yang akan di gunakan untuk membangun IKN.

"Saya sudah memberikan ke negara 93.000 hektare 8 tahun lalu, saya merasa tidak punya kewajiban untuk menyerahkan lagi, saya waktu itu menyerahkan juga tidak dapat kompensasi, tapi saya kira tidak apa-apa," lanjutnya.

Selanjutnya terkait penyuplai air bersih di IKN, Hashim mengatakan hanya kebetulan dibangun di kawasan dekat dari IKN Nusantara yang berjarak kurang lebih 25 KM. Namun air tersebut akan di suply untuk daerah Balikpapan, Samarinda, serta Penajam Paser Utara.

"Tujuan dari proyek air bersih saya tiga tahun sebelum pak Jokowi menetapkan lokasi IKN baru, ini yang saya sampaikan, seolah-olah ini adalah rejeki bagi-bagi proyek pemerintah bagi petinggi, supaya mendapat dukungan politik seolah-olah," sambungnya.

Sambung Hashim menjelaskan, proyek tersebut adalah untuk melayani masyarakat di daerah tersebut atas perintaan dari masyarakat Kalimantan Timur. "Saya bertemu dengan walikota Balikpapan waktu itu, dan sangat senang dan disambut rencana kami, karena masyarakat Balikpapan sangat memerlukan air bersih, demikian di Samarinda dan kota lain," tutur Hashim.

Diterangkan olehnya untuk menyuply air bersih ke IKN Nusantara sampai saat ini belum ada kontrak dari pemerintah. Meski demikian Hashim berharap besar mendapatkan kontrak tersebut.

"Kontrak belum ditantangani, sangat besar harapan dong untuk di tandatangani," kata Hashim.

Baca Juga: PNS Anak Buah Luhut dan Airlangga Bakal Pindah Duluan ke Ibu Kota Baru, Kapan?

Sedangkan untuk pembangunan pelabuhan di teluk Balikpapan yang ditujukan untuk hilir mudik logistik untuk pembangunan IKN, Hashim mengatakan tidak benar. Padahal digambarkan dalam dokumen rencana tata ruang kawasan strategis nasional calon ibu kota negara yang diterbitkan Kementerian ATR/BPN, PT ITCI KU akan membangun pelabuhan di teluk Balikpapan.

"Saya kira itu tidak benar, itu fake news, saya punya pelabuhan yang saya beli dari perusahaan Amerika tahun 2007, termasuk komplek 2 dermaga, dan saya sama sekali tidak ada rencana untuk membangun pelabuhan," tutur Hashim.

"Tapi kalau ditawarkan pemerintah, ya sayakan seorang pengusaha," pungkasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menimbang Kemampuan...
Menimbang Kemampuan BUMD Mengelola Cadangan Migas di Blok Ganal
IKN Diguyur Investasi...
IKN Diguyur Investasi Rp1,15 Triliun dari Perusahaan Korea, Buat Bangun Apa?
RI Temukan Cadangan...
RI Temukan Cadangan Gas Jumbo di Kalimantan Timur, Siap Produksi 2028
Badan Otorita IKN Kantongi...
Badan Otorita IKN Kantongi Rp6 Triliun di 2026, Satuan Kerja Khusus Kelola Keuangan Dibentuk
Data Kependudukan IKN...
Data Kependudukan IKN Dirilis BPS, Bappenas, dan OIKN! Begini Hasilnya
Finlandia-Uni Eropa...
Finlandia-Uni Eropa Digandeng Bangun Pondasi Smart City di IKN, Begini Konsepnya
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Program Suara Warga,...
Program Suara Warga, Generasi Muda Kaltim Kawal IKN sebagai Ibu Kota Politik
Forum Gerakan Moral...
Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Desak Kampus Bebas dari Politik Praktis
Rekomendasi
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet TerbaikĀ 
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved