Penjualan Vaksin dan Obat Covid Pfizer Ditarget Lampaui Rp766 Triliun

Kamis, 10 Februari 2022 - 20:19 WIB
loading...
Penjualan Vaksin dan Obat Covid Pfizer Ditarget Lampaui Rp766 Triliun
Pfizer menargetkan penjualan obat dan vaksin Covid-19 bakal tembus USD54 miliar atau setara Rp766,8 triliun. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Raksasa farmasi Amerika Serikat (AS) Pfizer menargetkan penjualan obat dan vaksin Covid-19 bakal tembus USD54 miliar atau setara Rp766,8 triliun (kurs Rp14.200 per dolar AS).

CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan, penjualan ini kemungkinan besar akan dimotori obat Covid-19 seperti Paxlovid. Pfizer menargetkan meraup USD22 miliar dari penjualan obat tersebut.

Bourla menyebutkan saat ini terdapat 20 juta paket Paxlovid telah di jual di AS dengan harga USD530 per paket. Harga tersebut sudah mendapatkan harga khusus untuk dijual di dalam negeri dan kemungkinan bisa lebih mahal jika dijual ke negara lain.

Baca juga: CEO Pfizer: Vaksin Omicron Bakal Siap Maret 2022

"Jelas, ini hanya sebagian kecil dari 120 juta perawatan yang saat ini kami siapkan untuk diproduksi tahun ini," kata Bourla sebagaimana dikutip Al Jazeera, Rabu (9/2/2022).

Sedangkan untuk vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer dengan BioNTech SE, diprediksi penjualan untuk tahun ini kemungkinan tidak lebih dari USD32 miliar. Pasalnya, saat ini sudah banyak negara yang sudah melakukan vaksinasi.

Baca juga: Satgas Cabut Penggunaan 5 Obat Ini untuk Covid-19

Meski telah diproyeksikan meraup omzet yang cukup besar, saham Pfizer justru mengalami penurunan sekitar 3%. Menurut analis, hal ini disebabkan para investor mengharapkan angka penjualan yang lebih tinggi dari yang diprediksikan sebelumnya.

Pfizer memperkirakan penjualan pada 2022 akan berkisar USD98-102 miliar. Angka ini lebih rendah dari estimasi senilai USD105,4 miliar.



"Melihat ke depan tidak sebaik melihat ke belakang untuk Pfizer sekarang dan itulah sebabnya (harga saham) turun karena laporan tersebut," kata trader saham dari Bright Trading LLC, Dennis Dick.
(ind)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3684 seconds (11.97#12.26)