Di Hadapan Delegasi G20, Sri Mulyani: Realitas yang Dingin nan Kejam Telah Hadir

Kamis, 17 Februari 2022 - 17:50 WIB
loading...
Di Hadapan Delegasi G20, Sri Mulyani: Realitas yang Dingin nan Kejam Telah Hadir
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap dua isu terkait kesehatan global. FOTO/ANTARA/HafidzMubarak A
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani hadir membuka High Level International Seminar: Strengthening Global Health Architecture sebagai salah satu rangkaian acara Finance Track Presidensi G20 Indonesia 2022 hari ini (17/2/2022). Dalam sambutannya di hadapan para delegasi G20, dia menyampaikan bahwa ini merupakan kesempatan untuk mendiskusikan dua area fokus seminar.

Baca juga: Pamer di Forum G20, Sri Mulyani: Jakarta Is Very Green

"Yang pertama kita akan me-review dan mengevaluasi cara-cara yang memungkinkan untuk memperkuat sistem kesehatan di level nasional, regional, dan juga global, serta membuat dunia lebih siap dan resilien terhadap ancaman kesehatan publik," ujar Sri.

Isu kedua yang akan didiskusikan adalah brainstorming modalitas finansial yang memungkinkan dan mengidentifikasikan sebuah jalan ke depan yang menjanjikan nilai tambah terbanyak baik untuk kontributor dan penerima.

"Kedua area fokus ini adalah kunci untuk usaha kolektif kita untuk memperkuat arsitektur kesehatan global," ucapnya.

Presidensi G20 Indonesia, sebut dia, hadir di titik waktu dan momen yang tidak terprediksi di pandemi Covid-19. Perputaran titik tinggi dan rendah selama dua tahun terakhir ini telah menunjukkan bahwa pandemi masih belum berakhir sampai itu benar-benar berakhir.

"Bahkan meski dunia masih berusaha untuk melawan Covid-19, sebuah realitas yang dingin nan kejam telah hadir. Ini tidak akan menjadi pandemi terakhir," tegas Sri.

Tema "Recover Together, Recover Stronger" di bawah Presidensi G20 Indonesia menggarisbawahi pentingnya kerja sama global untuk melampaui pandemi saat ini dan mempersiapkan untuk masa depan.

Baca juga: Meta Akhirnya Mau Membayar Denda Gugatan Kasus Pelanggaran Privasi

"Bahkan, perlu diingat bahwa kapasitas untuk menangani pandemi berbeda di setiap negara," tukasnya.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1521 seconds (10.101#12.26)