Produsen Tahu Tempe Mogok Produksi, Pedagang: Istirahat Dulu, Daripada Modal Habis

Senin, 21 Februari 2022 - 11:36 WIB
loading...
Produsen Tahu Tempe...
Selama tiga hari ke depan, tahu dan tempe tidak ada di pasar tradicional menyusul produsen yang memilih mogok produksi karena harga kedelai mahal. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kenaikan harga kedelai global membuat para produsen tempe dan tahu menghentikan produksi atau mogok per hari ini, Senin 21 Februari hingga 3 hari ke depan. Masih tingginya modal produksi menjadi alasan para produsen tahu dan tempe mogok.

Mogoknya produksi produk olahan kedelai tersebut kompak membuat para pedagang yang berada di pasar tradisional Gardu, Jakarta Timur kompak tidak menjual tempe maupun tahu. Salah satu pedagang tempe yang bisa berjualan di pasar Gardu Jakarta Timur, Zumiatun (60) juga mengaku sudah tidak bisa mendapatkan tempe maupun tahu sejak dini hari.

"Tiap hari berjualan tempe dan tahu, hari ini libur, yang bikinnya (tempe dan tahu) tidak mau karena kedelainya naik, katanya kedelainya naik jadi tidak mau bikin," ujar Zumiatun saat ditemui MNC Portal, Senin (21/2/2022).

Baca Juga: Harga Kedelai Kian Mahal, Ratusan Perajin Tahu Tempe di Bandung Mogok Produksi 3 Hari

Zumiatun menjelaskan, dirinya ikut mogok tidak berjualan produk olahan kedelai karena harus mengeluarkan modal yang lebih jika ingin mengikuti kebutuhan pasar. "Saya sebetulnya tidak mau mogok, saya istirahat dulu saja deh, dari pada modal ku habis, harganya mahal," sambung Zumiatun.

Menurutnya sejak pagi masyarakat juga banyak yang datang ke warungnya untuk mencarii tempe maupun tahu. Namun sepanjang pasar Gardu, Jakarta Timur, pantauan MNC Portal, tidak ada satupun pedagang yang menjual produk olahan kedelai tersebut.

"Banyak masyarakat yang mencari, saya belanja juga sudah tidak ada," sambung Zumiatun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Harga Kedelai Global...
Harga Kedelai Global Melonjak 3 Kali Lipat, Mentan: Kalau Tidak Tanam Mau Makan Apa?
Keripik Tempe Kramat...
Keripik Tempe Kramat Pela, Punya 4 Varian Rasa dan Banjir Pesanan Jelang Lebaran
Bapanas Akan Panggil...
Bapanas Akan Panggil Stakeholder untuk Turunkan Harga Kedelai
Tahun Politik, Dirut...
Tahun Politik, Dirut Bulog Wanti-wanti Perajin Tahu Tempe Jangan Dipolitisasi
56.000 Ton Kedelai Asal...
56.000 Ton Kedelai Asal AS Masuk ke Indonesia, Badan Pangan: Bukan Berarti Pro Impor
Harga Kedelai Naik Imbas...
Harga Kedelai Naik Imbas Konflik Timur Tengah
Raker Komisi VI DPR,...
Raker Komisi VI DPR, Pemerintah Bahas Pemanggilan Importir Kedelai
Konsumsi 220 Ribu Ton...
Konsumsi 220 Ribu Ton per Bulan, Stok Kedelai Aman Jelang Ramadan 2026
Rekomendasi
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Berita Terkini
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Infografis
Harga Kedelai Fluktuatif,...
Harga Kedelai Fluktuatif, Perajin Tahu Tempe Sulit Dapat Untung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved