Penambangan Kripto Ilegal di Malaysia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Sabtu, 26 Februari 2022 - 07:48 WIB
loading...
A A A
- Legalitas Tambang Kripto di Malaysia

Bank sentral Malaysia sendiri menyatakan, bahwa cryptocurrency bukan alat pembayaran yang sah di negara ini, namun penambangan Bitcoin berada dalam area abu-abu. Namun, sampai saat ini, pihak berwenang belum memberikan jawaban yang jelas tentang legalitas penambangan crypto.

Namun tetap saja, penambangan crypto dianggap legal di Malaysia. Menurut kepala operasi dewan listrik nasional - TNB Wan Nazmy Wan Mahmood, mengutarakan kegiatan penambangan crypto bukanlah pelanggaran. Perusahaan dan individu yang tertarik harus menyerahkan aplikasi mereka ke TNB.

Baca Juga: Saat Harga Kripto Berjatuhan, Miliarder Mike Novogratz Tetap Setia pada Bitcoin

Luno, salah satu perdagangan crypto yang diatur Malaysia, mengatakan kepada FX Empire bahwa pihak berwenang Malaysia mungkin perlu mengatur dan memastikan lingkungan yang kondusif untuk penambangan Bitcoin.

"Industri pertambangan yang sehat di Malaysia dapat meningkatkan pendapatan bagi negara, serta tambahan investasi asing langsung ke Malaysia, dan juga menciptakan lapangan kerja yang sangat terampil bagi populasi kita," terangnya.

- Kegiatan Penambangan Bitcoin Resmi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Dana Pensiun PNS Malaysia...
Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Euforia Pesta Bola Dunia...
Euforia Pesta Bola Dunia Menular ke Aset Kripto, Trade for Glory 2026 Digelar
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
Genting Highlands Segera...
Genting Highlands Segera Punya Hotel Extended Stay Terbesar, Buka Mulai 2028
5 Strategi Jitu Tingkatkan...
5 Strategi Jitu Tingkatkan Popularitas, PM Anwar Ibrahim Gunakan Kembaran ala PMX.AI
Rekomendasi
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved