UE Terapkan Kebijakan Rantai Pasok Bebas Deforestasi, Bagaimana Peluang Ekspor Produk Kayu RI?
Sabtu, 26 Februari 2022 - 21:13 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Rekomendasi Dongkrak Ekspor Produk Kayu Olahan Indonesia Saat Pandemi)
Dia menyebutkan salah satunya adalah produk kayu untuk kebutuhan bahan bakar (dalam bentuk kayu serpih, pelet atau bentuk lainnya). Hal ini dikarenakan banyak negara UE yang masih memanfaatkan bahan bakar biomassa untuk menggantikan batubara.
Andri juga menyatakan konflik Rusia-Ukraina juga bisa berdampak pada ekspor produk kayu Indonesia. Pasalnya, konflik telah menaikkan harga gas yang berarti banyak negara butuh bahan bakar alternatif.
Di sisi lain, Rusia juga telah mengumumkan untuk menghentikan ekspor kayu gelondongan yang akan membuat banyak industri pengolahan kayu di UE kesulitan bahan baku.
Sementara itu, Ratu Silvy Gayatri mengungkapkan masih banyak potensi yang bisa digarap di pasar Finlandia. “Pasar produk kayu kehutanan di Indonesia masih luas untuk digarap. Kita bisa lakukan berbagai upaya inovatif untuk menggali potensi produk dan kemudian dipromosikan dalam berbagai ajang di Finlandia,” papar Dubes Ratu Silvy.
Ketua FKMPI Indroyono Soesilo mengungkapkan kinerja sektor kehutanan positif di awal 2022. Total ekspor produk kayu pada Januari 2022 sebesar USD1,23 miliar, naik 28,2% dibandingkan Januari 2021.
Untuk wilayah Uni Eropa dan Inggris, ekspor pada Januari 2022 juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 29,69% dengan nilai USD104,1 juta dibandingkan dengan catatan pada 2021 sebesar USD80,2 juta.
“FKMPI siap bekerja sama untuk terus meningkatkan ekspor produk kayu ke UE di tengah situasi yang penuh tantangan saat ini,” kata Indroyono yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) ini.
Dia menyebutkan salah satunya adalah produk kayu untuk kebutuhan bahan bakar (dalam bentuk kayu serpih, pelet atau bentuk lainnya). Hal ini dikarenakan banyak negara UE yang masih memanfaatkan bahan bakar biomassa untuk menggantikan batubara.
Andri juga menyatakan konflik Rusia-Ukraina juga bisa berdampak pada ekspor produk kayu Indonesia. Pasalnya, konflik telah menaikkan harga gas yang berarti banyak negara butuh bahan bakar alternatif.
Di sisi lain, Rusia juga telah mengumumkan untuk menghentikan ekspor kayu gelondongan yang akan membuat banyak industri pengolahan kayu di UE kesulitan bahan baku.
Sementara itu, Ratu Silvy Gayatri mengungkapkan masih banyak potensi yang bisa digarap di pasar Finlandia. “Pasar produk kayu kehutanan di Indonesia masih luas untuk digarap. Kita bisa lakukan berbagai upaya inovatif untuk menggali potensi produk dan kemudian dipromosikan dalam berbagai ajang di Finlandia,” papar Dubes Ratu Silvy.
Ketua FKMPI Indroyono Soesilo mengungkapkan kinerja sektor kehutanan positif di awal 2022. Total ekspor produk kayu pada Januari 2022 sebesar USD1,23 miliar, naik 28,2% dibandingkan Januari 2021.
Untuk wilayah Uni Eropa dan Inggris, ekspor pada Januari 2022 juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 29,69% dengan nilai USD104,1 juta dibandingkan dengan catatan pada 2021 sebesar USD80,2 juta.
“FKMPI siap bekerja sama untuk terus meningkatkan ekspor produk kayu ke UE di tengah situasi yang penuh tantangan saat ini,” kata Indroyono yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) ini.
(dar)
Lihat Juga :