Daftar Lengkap Perusahaan Raksasa Dunia yang Cabut dari Rusia Imbas Invasi Ukraina

Jum'at, 04 Maret 2022 - 13:12 WIB
loading...
A A A
Sektor Teknologi

Apple telah menghentikan semua penjualan produk di Rusia, dan membatasi layanan lain seperti Apple Pay dan Apple Maps. Toko-toko mereka juga tutup.

Bagi perusahaan seperti Apple yang menjual barang-barang impor, keputusan itu dinilai relatif mudah untuk diambil, ucap Kepala Eksekutif perusahaan konsultan Macro-advisory Limited, Chris Weafer. Dia telah bekerja di Moskow selama 24 tahun terakhir.

"Perusahaan tidak ingin dikaitkan dengan rezim Rusia dan apa yang terjadi di Ukraina," katanya. Bisnis Rusia mungkin menguntungka bagi mereka, tetapi "seluruh dunia lebih penting" ketika kebijakan yang diambil terkait dengan reputasi perusahan.

Selain itu beberapa perusahaan teknologi dibatasi terkait informasi seputar Kremlin yang dipoting melalui platform mereka. Facebook misalnya, dibatasi di Rusia setelah mengatakan telah menolak untuk menghentikan pengecekan fakta dan pelabelan konten dari organisasi berita milik negara.

Ritel

Perusahaan raksasa mode Swedia, H&M telah menjadi peritel terbaru yang menarik diri, dan banyak lagi yang cenderung mengikutinya, menurut Maureen Hinton dari konsultan ritel GlobalData. Perusahaan fashion Inggris, Boohoo juga telah menangguhkan penjualannya ke Rusia serta menutup situs webnya di negara itu.

Tetapi ketika H & M mengatakan invasi Ukraina sebagai tindakan tragis, merek lain termasuk Nike hanya mengatakan mereka saat ini tidak dapat menjamin pengiriman barang kepada pelanggan di Rusia.

Daftar Lengkap Perusahaan Raksasa Dunia yang Cabut dari Rusia Imbas Invasi Ukraina


Burberry, yang memiliki toko utama di Lapangan Merah Moskow mengatakan, pihaknya menghentikan semua pengiriman karena menjadi "sulit untuk memenuhi pesanan di Rusia".

Rusia sendiri merupakan pasar ritel Eropa terbesar kelima pada tahun 2021, yang nilainya mencapai 337,2 miliar pounds. Beberapa merek mungkin tidak ingin membakar jembatan mereka, dan masih melihat apakah ada kesempatan untuk kembali di kemudian hari.

Itulah sebabnya banyak perusahaan hanya mengatakan mereka 'mempertimbangkan kembali' atau 'menangguhkan' penjualan daripada menarik diri sama sekali, kata Chris Weafer.

Dan dengan sanksi yang membatasi bentuk pembayaran, pembatasan mengambil devisa keluar dari negara itu dan ketidakpastian atas harga di masa depan dan selera konsumen, iklim bisnis "sangat menantang" tambahnya, membuat keputusan untuk jeda menjadi lebih mudah.

Automotif

Jaguar Land Rover (JLR), General Motors, Aston Martin dan Rolls-Royce termasuk di antara produsen mobil yang telah menghentikan pengiriman kendaraan ke Rusia karena konflik Ukraina, sementara produsen peralatan konstruksi JCB telah menghentikan semua operasi mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Rekomendasi
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved